BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Aceh. Peringatan ini berlaku selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Juli 2026.
Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Mulai Sore
Prakirawan BMKG, Nabila, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Aceh. Hal ini dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Kelvin, adanya daerah belokan angin, dan konvergensi.
“Terpantau aktifnya Gelombang Kelvin serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang dapat mendukung aktivitas konvektif di wilayah Aceh,” kata Nabila, Senin (20/7/2026).
Ia menambahkan, suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatera turut meningkatkan penguapan serta kandungan uap air di atmosfer. Kondisi ini memperkuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Daftar Wilayah Terdampak Bergiliran Selama Tiga Hari
Pada 20 Juli 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Gayo Lues, dan Subulussalam.
Memasuki 21 Juli, potensi cuaca serupa diprakirakan terjadi di Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Gayo Lues. Sementara pada 22 Juli 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh Besar, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Bireuen.
Imbauan BMKG: Waspada Saat Berkendara dan Aktivitas Luar Ruangan
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada sore hingga malam hari. “Masyarakat diimbau selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor,” ujar Nabila.
Pihak BMKG juga mengingatkan warga agar terus mengikuti informasi cuaca terkini dari kanal resmi untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Kewaspadaan ekstra diperlukan bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir.