KUALA SIMPANG — Rapat koordinasi lintas sektor ini digelar untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Selain Bupati, hadir pula Kepala Bappeda, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta perwakilan Kejaksaan Negeri.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas perkembangan terkini rehabilitasi dan rekonstruksi. Fokus utama adalah percepatan perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan berat akibat bencana sebelumnya.
Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir Susulan
Bupati Aceh Tamiang menyoroti urgensi normalisasi sungai di sejumlah titik rawan banjir. Menurutnya, langkah ini harus segera dilakukan untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan yang berpotensi memicu banjir baru.
“Percepatan normalisasi sungai perlu segera dilakukan sebagai upaya mengantisipasi datangnya musim penghujan sekaligus mengurangi potensi terjadinya banjir,” ujar Bupati dalam rapat tersebut.
Selain normalisasi sungai, Bupati juga mengusulkan percepatan rehabilitasi dan pembangunan kembali gedung-gedung perkantoran pemerintah yang rusak. Pemulihan fasilitas pemerintahan dinilai krusial agar pelayanan publik dapat kembali optimal.
Komitmen Pemulihan Ekonomi dan Infrastruktur Vital
Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen memastikan seluruh program pemulihan berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Pembahasan tidak hanya mencakup infrastruktur fisik, tetapi juga strategi percepatan pemulihan ekonomi bagi warga terdampak bencana.
Wakil Gubernur Aceh menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara Pemerintah Aceh, Pemkab Aceh Tamiang, TNI, Polri, Kejaksaan, dan DPRK dinilai mampu mempercepat realisasi program pemulihan.
“Kami meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk terus memperkuat koordinasi dan mengawal setiap tahapan rehabilitasi maupun rekonstruksi,” tegas Wagub Aceh.
Dengan kolaborasi yang solid, Pemerintah Aceh optimistis proses pemulihan di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat. Target utamanya adalah mengembalikan pelayanan publik secara maksimal dan memastikan pembangunan berlangsung secara menyeluruh di wilayah terdampak bencana.