NAGAN RAYA — Cut Ratu Faeza Syahira memastikan gelar juara usai menundukkan lawannya, Maratul Maulida, di partai final yang digelar di Banda Aceh, Minggu (12/7/2026). Pebulu tangkis muda ini menyelesaikan pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-19.
Tampil Percaya Diri Sejak Gim Pertama
Sejak awal laga, Cut Ratu menunjukkan permainan agresif dan penuh percaya diri. Ia mampu menjaga ritme pertandingan dengan konsisten, sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan. Kunci kemenangannya terletak pada kemampuan mengontrol tempo dan minimnya kesalahan sendiri di momen kritis.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Cut Ratu. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional,” ujar Teuku Barliansyah, S.Kom., M.Si., Kadisparpora Kabupaten Nagan Raya yang juga ayahanda sang atlet.
Kebanggaan Dua Daerah
Keberhasilan Cut Ratu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolahnya. Prestasi ini juga disambut hangat oleh masyarakat di dua kabupaten, yakni Aceh Barat dan Nagan Raya. Cut Ratu dinilai sebagai contoh nyata bagaimana pembinaan olahraga usia dini bisa menghasilkan talenta berprestasi di level provinsi.
O2SN sendiri merupakan ajang bergengsi bagi pelajar di seluruh Aceh. Kompetisi yang berlangsung pada 10-12 Juli 2026 itu mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten/kota. Raihan emas ini sekaligus menempatkan Cut Ratu sebagai salah satu calon kuat untuk mewakili Aceh di O2SN tingkat nasional.
Target Nasional Usai Sapu Bersih Kompetisi Lokal
Setelah sukses di O2SN Provinsi, perhatian kini tertuju pada persiapan menuju jenjang yang lebih tinggi. Pihak keluarga dan sekolah berencana meningkatkan intensitas latihan Cut Ratu agar mampu bersaing dengan atlet-atlet dari daerah lain di Indonesia. Dukungan dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga setempat juga diharapkan terus mengalir untuk pembinaan jangka panjang.
“Permainannya sangat matang untuk usia SMP. Jika terus diasah, bukan tidak mungkin dia bisa menjadi atlet nasional,” ujar salah satu official yang mendampingi kontingen Nagan Raya di ajang tersebut.