PIDIE — Pemerintah Kabupaten Pidie memastikan kehadirannya di tengah masyarakat melalui program pasar murah yang menyasar 10 kecamatan. Program ini berlangsung mulai 13 hingga 22 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Pidie, Herizal, mengatakan pasar murah digelar secara bergilir di masing-masing kecamatan. Sistem kupon diterapkan agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
10 Kecamatan yang Jadi Lokasi Pasar Murah
Sepuluh kecamatan yang menjadi lokasi operasi pasar murah meliputi Kecamatan Pidie, Glumpang Baro, Mutiara Timur, Simpang Tiga, Batee, Muara Tiga, Peukan Baro, Grong-grong, dan Padang Tiji.
Herizal menjelaskan, warga yang telah terdata dan menerima kupon berhak membeli satu paket sembako bersubsidi. Paket tersebut terdiri dari beras lima kilogram, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam.
Selisih Harga: Beras Premium Rp68 Ribu, Gula Pasir Rp16 Ribu
Adapun harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras premium lima kilogram dijual Rp68 ribu, sementara harga pasar mencapai Rp88 ribu. Gula pasir dibanderol Rp16 ribu per kilogram dari harga pasar Rp20 ribu.
Selanjutnya, minyak goreng dijual Rp21 ribu per liter, lebih murah Rp4 ribu dari harga pasar yang menyentuh Rp25 ribu. Telur ayam dijual Rp39 ribu per papan, sementara harga pasar mencapai Rp48 ribu.
"Dengan belanja pada pasar murah tersebut, masyarakat dapat menghemat sekitar Rp37 ribu dalam setiap paket jika nilai tersebut dibandingkan dengan harga pasar," kata Herizal di Pidie, Senin.
Kehadiran Negara di Tengah Tekanan Inflasi
Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie, Samsul Azhar, menegaskan bahwa operasi pasar murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat. Ia menyebut program ini bukan sekadar menyediakan sembako murah, tetapi juga instrumen pengendalian inflasi.
"Program pasar murah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pidie dalam pengendalian inflasi. Kami berharap program ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," kata Samsul Azhar.
Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, serta melindungi daya beli masyarakat.