Pencarian

Koreografer Aceh di Australia Siapkan Tari Ratoh Duek untuk Tur Gondwana Choirs ke Asia Tenggara Juli 2026

Senin, 13 Juli 2026 • 18:34:00 WIB
Koreografer Aceh di Australia Siapkan Tari Ratoh Duek untuk Tur Gondwana Choirs ke Asia Tenggara Juli 2026
Murtala, koreografer asal Aceh, memandu latihan tari Ratoh Duek untuk persiapan tur Gondwana Choirs di Australia.

BANDA ACEH — Ratoh Duek tidak sekadar menampilkan satu jenis tarian duduk dari Aceh. Melainkan merangkai gerakan dari beberapa tarian pesisir seperti Likok Pulo dan Ratéb Meuseukat menjadi satu pertunjukan utuh.

“Secara koreografi Ratoh Duek bisa menggambarkan bentuk-bentuk tari duduk yang ada di Aceh. Saya memilih gerakan tertentu dari berbagai tari duduk pesisir Aceh, kemudian dirangkai menjadi Ratoh Duek,” kata Murtala saat dihubungi Nukilan, Minggu (12/7/2026).

Mengapa Ratoh Duek Dipilih untuk Panggung Internasional?

Menurut Murtala, tarian ini dipilih karena mampu merepresentasikan keragaman bentuk tari duduk Aceh. Mulai dari gerakan yang dilakukan serempak, berselang-seling, hingga pola ritmis yang menjadi ciri khasnya.

Dia juga ingin menunjukkan bahwa kesenian Aceh memiliki beragam tema. Sebagian syair berisi pujian kepada Allah sebagai bagian dari syiar Islam, sebagian menggambarkan kehidupan masyarakat Aceh, dan beberapa lagu lainnya bersifat tradisional tanpa muatan religius.

Proses Panjang Diplomasi Budaya dari Australia

Keterlibatan Murtala dalam Gondwana Choirs tidak terjadi secara instan. Ia bersama istrinya, Alfira O’Sullivan yang berdarah Aceh-Irlandia, telah lama menjalankan kelompok tari tradisional Suara Dance di Australia.

Upaya ini mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Film, Musik, dan Seni. Berkat dukungan tersebut, Suara Dance dapat bergabung dalam tur Gondwana Choirs ke Asia Tenggara.

Makna Lagu Diterjemahkan Agar Dipahami Penonton Global

Murtala memastikan setiap lagu yang dinyanyikan anggota paduan suara tidak kehilangan makna. Seluruh syair berbahasa Aceh diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disertakan dalam teks lagu.

“Semua harus dijelaskan artinya. Ketika mereka menyanyikan lagu berbahasa Aceh, di samping teks lagu juga ada terjemahan bahasa Inggris sehingga mereka memahami maknanya,” tuturnya.

Ratoh Duek menjadi salah satu dari tujuh materi pertunjukan yang dibawa Gondwana Choirs. Selain tampil di panggung, para anggota paduan suara juga akan memberikan lokakarya di sejumlah sekolah di Malaysia untuk memperkenalkan gerakan dasar tari Aceh kepada peserta.

Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks