BANDA ACEH — Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan RI mengerahkan satu regu tim Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit untuk menangani karhutla di lahan gambut seluas 28 hektare di Desa Seunebok Pusaka.
Lahan Gambut dan HGU yang Terbakar
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menjelaskan bahwa lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dengan fungsi Hak Guna Usaha (HGU) yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi. Vegetasi di lokasi terdiri dari anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, dan sawit.
“Hingga hari ketujuh pemadaman total luas karhutla yang berhasil dipadamkan di kawasan Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupatan Aceh Selatan, mencapai 10,5 hektare,” kata Ferdian Krisnanto saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Akses dan Kondisi Cuaca Saat Pemadaman
Jarak tempuh dari posko di Kantor PT Argo Sinergi Nusantara menuju lokasi kebakaran mencapai 20 hingga 30 menit. Pada hari ketujuh pemadaman yang berlangsung Minggu (12/7), kondisi cuaca cerah dari pagi hingga sore dengan kecepatan angin mencapai sembilan kilometer per jam.
Ferdian menyebutkan bahwa saat ini api masih menyisakan asap di sejumlah titik. “Kondisi saat ini sudah lebih kondusif karena kebakaran merupakan daerah pulau-pulau api. Tim akan tetap memadamkan api hingga tuntas,” ujarnya.
Melibatkan BKSDA dan Karyawan Perusahaan
Selain tim Manggala Agni, pemadaman karhutla juga melibatkan personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh serta karyawan perusahaan perkebunan di wilayah tersebut. Luas lahan yang terbakar terus bertambah dari laporan awal 20 hektare menjadi 28 hektare.
Ferdian Krisnanto menambahkan bahwa tim akan terus bersiaga hingga api benar-benar padam, mengingat karakteristik lahan gambut yang rentan terhadap perambatan api di bawah permukaan.