NAGAN RAYA — Fenomena antrean kendaraan yang mengular di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Aceh, terutama di Nagan Raya dan Aceh Barat, dinilai sudah memasuki tahap mengkhawatirkan. Pengamat kebijakan publik Aceh, Ardiansyah, mendesak Pertamina dan aparat terkait untuk segera mengambil langkah strategis agar kondisi ini tidak terus berlarut.
"Pertamina dan pengelola SPBU harus lebih memprioritaskan angkutan umum dalam pengisian BBM subsidi di setiap SPBU. Jika angkutan umum diprioritaskan, kita bisa memangkas durasi antrean panjang kendaraan yang selama ini kerap terjadi," ujar Ardiansyah di Nagan Raya, Senin.
Antrean BBM Subsidi Hambat Akses Publik dan Rugikan UMKM
Menurut Ardiansyah, dampak dari antrean yang tidak tertib ini sangat kompleks. Kendaraan yang memakan bahu jalan tidak hanya menghambat akses mobilitas publik dan memicu kemacetan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Lebih dari itu, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka usaha di sekitar SPBU menjadi pihak yang paling dirugikan karena tempat usaha mereka tertutup oleh antrean kendaraan yang mengular berjam-jam.
"Kondisi ini telah menyebabkan gangguan arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar SPBU," tegasnya.
Desakan Penertiban Truk Besar dan Regulasi Jalur Antrean
Tak hanya meminta prioritas bagi angkutan umum, Ardiansyah yang juga akademisi STIA Pelita Nusantara Nagan Raya itu menyoroti dominasi truk dan kendaraan angkutan barang bermuatan besar di jalur antrean. Ia mendesak aparat terkait dan Pertamina untuk menertibkan antrean kendaraan besar tersebut.
"Kami juga meminta aparat terkait dan Pertamina untuk menertibkan antrean panjang truk serta angkutan lainnya. Perlu ada regulasi atau manajemen pengaturan jalur yang tegas di lapangan agar tidak terjadi penumpukan yang merugikan kepentingan umum," tegas Ardiansyah.
Persoalan Klasik yang Merata di Wilayah Barat Selatan Aceh
Berdasarkan pengamatan Ardiansyah, kelangkaan dan antrean panjang BBM subsidi ini terjadi secara merata di beberapa wilayah, termasuk di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat, serta sejumlah kabupaten kota lainnya di Aceh. Ia berharap, dengan adanya sinergi dan ketegasan dari para pemangku kebijakan, persoalan klasik ini bisa segera teratasi demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat luas.
Sebelumnya, polisi di Nagan Raya juga telah menahan dua petugas SPBU terkait kasus penyalahgunaan BBM subsidi, menunjukkan bahwa persoalan di sektor ini memerlukan penanganan yang lebih sistemik dan pengawasan yang lebih ketat dari semua pihak.