Pencarian

Valve Akhirnya Rilis Driver Windows Resmi untuk Steam Machine, Dukungan Dual-Boot SteamOS Masih Nihil

Rabu, 08 Juli 2026 • 04:30:02 WIB
Valve Akhirnya Rilis Driver Windows Resmi untuk Steam Machine, Dukungan Dual-Boot SteamOS Masih Nihil
Valve meluncurkan driver Windows resmi untuk Steam Machine, meningkatkan kompatibilitas sistem operasi.

ACEH — Valve menegaskan bahwa Steam Machine dan Steam Deck adalah PC. "Steam Deck dan Steam Machine adalah PC, dan aplikasi serta OS lain bisa diinstal," tulis perusahaan tersebut. Pernyataan ini memiliki catatan penting: dukungan resmi untuk dual-boot masih nihil.

Bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas penuh, situasi ini memaksa mereka memilih satu sistem operasi. Tidak ada cara resmi untuk berganti-ganti antara SteamOS dan Windows tanpa instalasi ulang yang rumit.

Driver Windows Resmi: Apa yang Berubah?

Dengan dirilisnya driver resmi, pemilik Steam Machine kini bisa menginstal Windows tanpa bergantung pada driver pihak ketiga yang tidak stabil. Valve menyebut langkah ini sebagai bukti komitmen terhadap keterbukaan platform.

Ini bukan pertama kalinya. Perusahaan yang berbasis di Bellevue, Washington itu sebelumnya juga merilis driver Windows untuk Steam Deck. Pola ini menunjukkan Valve ingin perangkat kerasnya tetap relevan di ekosistem PC yang lebih luas.

Harga Mahal Bukan Salah Valve

Steam Machine dibanderol di atas USD 1.000 (sekitar Rp 16,5 juta). Meski terlihat mahal, Valve tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Kondisi pasar memori global yang terus meroket menjadi biang keladi utama.

Harga komponen memori naik drastis akibat dugaan praktik pengaturan harga dan pembatasan pasokan oleh sejumlah produsen. Beberapa perusahaan bahkan menghadapi tuntutan hukum terkait praktik ini. Akibatnya, konsumen menanggung beban harga lebih tinggi.

Performa Kurang Memuaskan? Ada "Red Line of Death"

Selain soal harga, performa Steam Machine dinilai kurang mengesankan. Beberapa pengguna melaporkan masalah yang dijuluki "red line of death" — garis merah misterius di layar. Meski demikian, sebagian besar pemilik tetap menikmati perangkat ini.

Valve belum memberikan pernyataan resmi mengenai masalah garis merah tersebut. Namun, rilis driver Windows terbaru memberi opsi tambahan bagi pengguna yang ingin memaksimalkan perangkat keras mereka.

Dual-Boot: Fitur yang Dinanti, Tapi Belum Hadir

Bagi pengguna yang terbiasa dengan fleksibilitas PC, absennya dukungan dual-boot resmi bisa menjadi pemecah kesepakatan. Secara teknis, menginstal dua OS memang memungkinkan. Namun, prosesnya masih merepotkan dan berisiko.

Valve tidak menyebutkan kapan atau apakah fitur dual-boot resmi akan ditambahkan. Untuk saat ini, pemilik Steam Machine harus puas dengan satu sistem operasi dalam satu waktu.

Target Audiens: Siapa yang Cocok?

Steam Machine jelas bukan untuk semua orang. Perangkat ini paling cocok untuk penggemar berat ekosistem Steam yang menginginkan pengalaman gaming PC dalam format konsol genggam. Harganya yang tinggi dan keterbatasan OS membuatnya kurang ideal untuk pengguna awam.

Dengan dirilisnya driver Windows, setidaknya ada lebih banyak opsi bagi mereka yang berani bereksperimen. Apakah Anda tertarik mencoba Windows di Steam Machine? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar.

Bagikan
Sumber: windowscentral.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks