Pencarian

Uji Independen Bongkar Mitos VPN Boros Baterai, NordVPN Hanya Habiskan 1,8% Daya per Hari

Selasa, 14 Juli 2026 • 18:48:01 WIB
Uji Independen Bongkar Mitos VPN Boros Baterai, NordVPN Hanya Habiskan 1,8% Daya per Hari
NordVPN hanya menghabiskan 1,8 persen daya baterai per hari pada perangkat iOS berdasarkan uji independen West Coast Labs.

ACEH — Selama bertahun-tahun, banyak pengguna ponsel pintar memilih mematikan aplikasi VPN karena percaya bahwa layanan tersebut akan menggerogoti daya baterai secara signifikan. Anggapan itu, berdasarkan pengujian terbaru yang dikomisikan oleh NordVPN, ternyata keliru besar. West Coast Labs, lembaga penguji independen, melakukan evaluasi menyeluruh dan menemukan bahwa dampak VPN terhadap baterai sangat kecil.

Hasil Uji Baterai: Android vs iOS

Dalam pengujian yang berlangsung selama 24 jam non-stop di perangkat flagship, West Coast Labs mencatat konsumsi baterai tambahan yang sangat rendah. Pada perangkat Android premium, beban ekstra dari NordVPN hanya sebesar 1,4%. Sementara itu, di perangkat iOS, angkanya sedikit lebih tinggi, yaitu 1,8%.

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, meninggalkan VPN aktif sepanjang hari pada ponsel Android kelas atas berarti pengguna hanya perlu mengisi daya setengah hari lebih cepat dalam kurun waktu satu bulan penuh. Angka ini menunjukkan bahwa kekhawatiran soal baterai habis lebih cepat akibat VPN tidak berdasar.

Mengapa Layar Baterai Ponsel Menipu?

Kebingungan mengenai konsumsi daya ini berasal dari cara sistem operasi Android dan iOS menghitung pemakaian listrik. Saat VPN aktif, seluruh lalu lintas internet perangkat dialirkan melalui terowongan terenkripsi tersebut. Akibatnya, sistem operasi menganggap semua data yang ditransfer sebagai milik aplikasi VPN.

West Coast Labs menemukan bahwa saat pengujian streaming video selama satu jam, ponsel secara keliru mencatat bahwa 49% dari penurunan baterai disebabkan oleh NordVPN. Namun, ketika peneliti menggunakan instrumen perangkat keras untuk mengukur aliran listrik aktual, beban sesungguhnya dari VPN hanya berkisar antara 1,6% hingga 2,1%. "Layar baterai ponsel Anda pada dasarnya hanya menghitung volume data, bukan kehilangan daya yang sebenarnya," kata Marijus Briedis, CTO NordVPN. Saat ponsel dalam keadaan idle, overhead latar belakang bahkan kurang dari 0,5% kapasitas baterai per jam.

Simulasi Komuter dan Peran Protokol Modern

Skenario lain yang sering dituding sebagai biang kerok boros baterai adalah saat perjalanan dinas atau komuter. Ponsel yang terus-menerus berpindah antara jaringan Wi-Fi dan data seluler memaksa aplikasi untuk terus-menerus menyambung ulang koneksi. West Coast Labs menyimulasikan perjalanan selama dua jam dengan perpindahan jaringan otomatis setiap sembilan menit.

Bahkan dalam kondisi penuh tekanan ini, overhead transisi NordVPN tercatat hanya 5,1% di Android dan 6,8% di iOS. Aplikasi ini juga berhasil menyambung ulang koneksi setelah lebih dari 99 dari setiap 100 kali perpindahan jaringan. Performa ini membuktikan bahwa protokol yang digunakan sangat efisien.

NordLynx vs OpenVPN: Selisih Konsumsi Daya Hingga 31%

Lantas, dari mana asal mitos VPN boros baterai? Laporan West Coast Labs menunjuk pada teknologi lama, khususnya protokol OpenVPN. Dirilis pada tahun 2001, OpenVPN dirancang jauh sebelum efisiensi baterai ponsel menjadi prioritas. Sebagai perbandingan, protokol milik NordVPN, NordLynx, yang dibangun di atas standar WireGuard yang lebih ringan, menggunakan kriptografi modern yang membutuhkan daya pemrosesan jauh lebih sedikit.

Hasil benchmarking menunjukkan bahwa NordLynx menggunakan baterai 31% lebih sedikit per unit data dibandingkan OpenVPN di Android, dan 24% lebih rendah di iOS. "Orang-orang berhak membuat pilihan berdasarkan informasi tentang keamanan online mereka. Jika masalah baterai adalah alasan seseorang tidak menggunakan VPN, kami berharap laporan ini dapat mengakhiri kekhawatiran itu untuk selamanya," pungkas Briedis.

Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks