Pencarian

MPU Aceh Sebut 9 Penghargaan Adinata Syariah 2026 Bukan Sekadar Prestasi Seremonial, Ini Amanah Besar

Selasa, 07 Juli 2026 • 09:10:01 WIB
MPU Aceh Sebut 9 Penghargaan Adinata Syariah 2026 Bukan Sekadar Prestasi Seremonial, Ini Amanah Besar
MPU Aceh menegaskan 9 penghargaan Adinata Syariah 2026 sebagai amanah besar bagi pembangunan syariat Islam.

Tgk. Faisal Ali yang akrab disapa Abu Sibreh atau Lem Faisal menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah beserta jajaran. Menurutnya, penghargaan ini menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai daerah rujukan syariat Islam di Indonesia.

“Ini adalah nikmat yang patut kita syukuri. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Aceh memiliki komitmen dan keseriusan dalam membangun kehidupan masyarakat yang selaras dengan nilai-nilai syariat Islam,” ujar Tgk. Faisal Ali kepada Dialeksis.com, Selasa (7/7/2026).

Syariat Bukan Simbol, Harus Berdampak ke Masyarakat Kecil

Ketua MPU Aceh menegaskan bahwa syariat Islam tidak boleh berhenti sebagai simbol. Ia harus tampak dalam keadilan, kejujuran, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“Syariat Islam bukan hanya simbol. Ia harus tampak dalam keadilan, kejujuran, keberpihakan kepada masyarakat kecil, penguatan ekonomi umat, serta tata kelola pemerintahan yang amanah,” katanya.

Ia menilai keberhasilan memborong sembilan penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, ulama, lembaga keuangan syariah, pesantren, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Karena itu, momentum ini harus memperkuat kolaborasi umara dan ulama.

MPU Kawal Kebijakan agar Manfaat Nyata bagi Rakyat

Tgk. Faisal Ali menegaskan, MPU Aceh mendukung setiap ikhtiar pemerintah yang mengarah pada penguatan syariat, ekonomi halal, keuangan syariah, dan kesejahteraan umat. Namun semua itu harus terus dikawal agar berjalan sesuai prinsip syariah.

“MPU Aceh tentu mendukung setiap ikhtiar pemerintah yang mengarah pada penguatan syariat, ekonomi halal, keuangan syariah, dan kesejahteraan umat. Namun semua itu harus terus dikawal agar berjalan sesuai prinsip syariah dan memberi manfaat nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Program Prioritas: UMKM Halal, Dayah, Zakat, dan Wakaf Produktif

Ke depan, Tgk. Faisal Ali berharap Pemerintah Aceh terus memperkuat program-program ekonomi syariah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian serius meliputi penguatan UMKM halal, pemberdayaan dayah, pengelolaan zakat dan wakaf produktif, serta literasi keuangan syariah.

“Jika semua potensi ini dikelola dengan baik, insyaallah Aceh tidak hanya dikenal sebagai daerah bersyariat, tetapi juga menjadi contoh bagaimana syariat Islam membawa kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa semakin besar pengakuan yang diterima, semakin besar pula amanah untuk menjaga keikhlasan, integritas, dan keberpihakan kepada umat.

Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks