SIMEULUE — Sekolah lansia perdana di Kabupaten Simeulue resmi beroperasi dengan nama Uswatun Hasanah. Lembaga ini digagas oleh Pemerintah Desa Air Dingin bersama DP3AKB Simeulue sebagai respons terhadap kebutuhan warga usia lanjut akan ruang sosial dan pengembangan diri.
Mengapa Sekolah Lansia Dibutuhkan di Simeulue?
Menurut Risdawani, usia lanjut bukan alasan untuk berhenti berkembang. Melalui sekolah ini, para lansia mendapatkan akses terhadap ilmu baru, keterampilan praktis, dan jaringan pertemanan yang lebih luas.
"Harapan kami, melalui sekolah ini, para lansia dapat merasa lebih berdaya dan bahagia. Sekolah ini juga menjadi ruang interaksi bagi mereka yang berusia lanjut," kata Risdawani di Simeulue, Jumat.
Biaya Operasional: Swadaya dan Dukungan Keluarga
Satu hal yang menonjol dari program ini: belum ada alokasi khusus dari APBD untuk operasional sekolah. Risdawani mengakui bahwa kegiatan ini berjalan berkat semangat gotong royong dan dukungan penuh dari anak-anak serta cucu para lansia.
"Oleh karena ini pembiayaannya swadaya, maka ke depan kami berharap dukungan anak atau cucu dari lansia demi keberlanjutan program sekolah ini," ujarnya.
Desa Air Dingin Jadi Percontohan
Pemilihan Desa Air Dingin sebagai lokasi perdana bukan tanpa alasan. Pemerintah desa setempat dinilai memiliki inisiatif kuat dalam meningkatkan kualitas hidup warganya yang sudah lanjut usia. Risdawani mengapresiasi langkah desa tersebut sebagai bukti nyata kepedulian terhadap kelompok rentan.
"Program sekolah lansia ini bukan hanya tempat untuk berkumpul, melainkan tempat belajar, sehingga para lansia bisa menjalani masa tua yang lebih sehat, produktif dan bahagia," kata Risdawani.
Target: Lansia Sehat, Produktif, dan Bahagia
Ke depan, DP3AKB Simeulue berharap sekolah lansia bisa menjadi gerakan yang meluas ke desa-desa lain. Semangat belajar dan kebersamaan yang terjaga di usia senja diyakini mampu menekan risiko isolasi sosial dan masalah kesehatan mental pada lansia.
Dengan model pembiayaan swadaya, tantangan terbesar adalah keberlanjutan. Namun, antusiasme warga Desa Air Dingin menjadi modal awal yang menjanjikan.