SABANG — Olahan cokelat khas Gampong Aneuk Laot, kerajinan cangkang kerang, hingga konten digital karya kreator lokal kini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Kota Sabang. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Sabang, Soffa Dewi Yohanna, mengatakan sektor ini telah menjadi salah satu pilar utama yang menopang kemajuan pariwisata di ujung barat Nusantara.
Tiga Subsektor yang Paling Menjanjikan
Soffa merinci tiga subsektor ekonomi kreatif yang menunjukkan pertumbuhan paling pesat: kuliner, kerajinan tangan, dan fesyen. Ketiganya tumbuh karena para pelaku usaha terus berinovasi dengan mengangkat ciri khas dan identitas lokal Sabang.
“Produk-produk tersebut tidak hanya diminati sebagai oleh-oleh, melainkan juga menjadi cerminan identitas daerah yang dibanggakan,” ujar Soffa dalam wawancara bersama Waspadaaceh.com, Sabtu (6/6/2026).
Kuliner: Cokelat Aneuk Laot hingga Camilan Laut
Subsektor kuliner menjadi penggerak utama. Kakao berkualitas dari Gampong Aneuk Laot diolah menjadi cokelat dengan beragam varian rasa yang kini dikenal luas. Camilan khas seperti keripik pisang balut cokelat dan olahan hasil laut dengan resep turun-temurun juga menjadi pilihan utama wisatawan.
Produk-produk ini tidak hanya memperkaya pengalaman rasa, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Keberagaman produk kuliner disebut mampu bersaing di pasar yang lebih luas berkat kualitas dan keaslian bahan bakunya.
Kerajinan Tangan: Cangkang Kerang hingga Anyaman Tradisional
Di sektor kerajinan, masyarakat Sabang memanfaatkan kekayaan alam bahari. Cangkang kerang diolah menjadi hiasan dan aksesori bernilai seni tinggi. Anyaman tradisional khas Aceh, ukiran kayu, serta desain fesyen bertema bahari juga menjadi buruan wisatawan.
Produk-produk ini menjadi cerminan identitas daerah yang dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Soffa menambahkan bahwa inovasi terus dipupuk agar produk lokal memiliki daya saing kuat.
Konten Digital: Jembatan Promosi ke Dunia Luar
Perkembangan ekonomi kreatif Sabang juga didukung pesatnya aktivitas fotografi dan pembuatan konten visual. Kreator lokal mengabadikan keindahan laut, pantai, serta kearifan budaya Sabang dalam bentuk foto dan video yang disebarluaskan melalui media sosial.
“Karya para kreator lokal ini menjadi jembatan yang memperkenalkan pesona Sabang ke dunia luar dengan cara yang lebih dekat dan menyentuh hati,” tambah Soffa.
Konten-konten tersebut berperan efektif sebagai sarana promosi tanpa batas, mampu menarik calon wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Dukungan Pemerintah dan Keberlanjutan
Pemerintah Kota Sabang bersama Kementerian terkait disebut terus berupaya memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas sektor ini. Ekonomi kreatif dinilai mampu mengubah potensi sumber daya alam dan budaya menjadi karya bernilai jual tinggi serta identitas yang tak tergantikan.
Kehadiran produk-produk bernuansa kearifan lokal ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga mengangkat taraf hidup masyarakat setempat secara berkelanjutan.