Pencarian

Pemkab Nagan Raya Pertahankan Predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Aceh dengan Nilai 92,1

Kamis, 04 Juni 2026 • 23:47:01 WIB
Pemkab Nagan Raya Pertahankan Predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Aceh dengan Nilai 92,1
Bupati Nagan Raya TR Keumangan menerima penghargaan badan publik informatif dengan nilai 92,1 dari Komisi Informasi Aceh.

SUKA MAKMUE — Bupati Nagan Raya TR Keumangan menyebut penghargaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan dorongan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ia mengapresiasi Dinas Komunikasi dan Informatika serta seluruh satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) yang bekerja keras dalam pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.

Nilai 92,1: Capaian di Atas Rata-Rata

Dengan nilai 92,1, Nagan Raya masuk dalam kategori badan publik informatif. Angka ini menempatkan daerah tersebut di atas standar kelulusan yang ditetapkan KIA. TR Keungangan berharap prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan pelayanan informasi publik kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada Dinas Kominfo dan seluruh SKPK, sehingga Kabupaten Nagan Raya kembali meraih predikat badan publik informatif,” ujar TRK dalam sambutannya.

Monev 2026 Akan Digelar Akhir Juli

Wakil Ketua KIA Sabri mengungkapkan bahwa kunjungan ke Nagan Raya juga menjadi bagian dari sosialisasi Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026. Pihaknya merencanakan pelaksanaan monev tahun depan pada akhir bulan Juli mendatang.

“Untuk Monev Tahun 2026, kami merencanakan pelaksanaannya pada akhir bulan Juli mendatang,” jelas Sabri.

Penundaan Akibat Bencana Hidrometeorologi

Sabri menambahkan, penyerahan anugerah tahun ini sempat tertunda. Rencananya, penghargaan akan diserahkan oleh Gubernur Aceh pada November 2025, namun batal akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

“Berhubung terjadinya bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, kegiatan penyerahan anugerah saat itu dibatalkan sehingga baru dapat diserahkan sekarang,” ungkapnya.

Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor memang kerap melanda Aceh pada puncak musim hujan, mengganggu berbagai agenda pemerintahan dan pelayanan publik.

Bagikan
Sumber: rahasiaumum.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks