ACEH — Proyeksi ini merupakan hasil survei terhadap 20 analis oleh Visible Alpha. Jika terealisasi, capaian tersebut juga menandai pertumbuhan 12,5% dibandingkan kuartal pertama 2026. Angka pengiriman global ini menjadi indikator awal pemulihan setelah Tesla melalui tahun 2025 yang penuh tekanan, terutama di kawasan Eropa.
Eropa Tumbuh 40%, Amerika Utara Justru Terkontraksi
Deutsche Bank menjadi salah satu institusi yang paling optimistis terhadap performa Tesla di Eropa. Mereka memperkirakan pertumbuhan pengiriman di wilayah tersebut bisa mencapai hampir 40% pada kuartal kedua 2026. Lonjakan ini kontras dengan performa Tesla di Amerika Utara yang justru diprediksi ambles 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, pasar Tiongkok—yang selama ini menjadi lumbung penjualan utama—hanya diproyeksikan tumbuh tipis sekitar 3%. Sayangnya, Tesla tidak merilis data pengiriman regional secara detail, sehingga para analis hanya mengandalkan data pasar dan tren penjualan untuk membuat estimasi.
FSD dan Insentif Pajak: Dua Faktor Penentu
Pemulihan penjualan di Eropa terjadi setelah tahun 2025 yang berat, di mana citra merek Tesla tercoreng akibat pernyataan politik CEO Elon Musk. Kini, selain faktor kenaikan harga BBM, peluncuran sistem Full Self-Driving (FSD) dinilai bisa menjadi katalis tambahan. Namun, fitur ini saat ini baru berlisensi di beberapa negara Eropa. Uni Eropa dijadwalkan mengambil keputusan terkait potensi peluncuran FSD secara lebih luas pada akhir 2026.
Di Amerika Serikat, tantangan masih membayangi. Insentif pajak federal sebesar $7.500 untuk kendaraan listrik dari pemerintahan Biden diperkirakan akan berakhir pada September 2025. Hal ini jelas menekan permintaan di pasar domestik Tesla sendiri.
Untuk menyiasati tekanan kompetisi global, Tesla selama setahun terakhir terus meluncurkan varian harga lebih rendah dari dua model andalannya, yaitu Model 3 Standard dan Model Y Standard. Langkah ini diambil untuk menjangkau segmen pelanggan yang lebih luas di tengah perang harga kendaraan listrik yang kian sengit.