BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menilai Polri memiliki peran vital dalam mendorong pembangunan daerah. Peran itu dijalankan melalui penguatan keamanan, pelayanan masyarakat, dan kerja sama lintas sektor.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (01/07/2026). Mualem menyampaikan apresiasi atas dedikasi Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Serambi Mekkah.
Polda Aceh Meutuah: Filosofi Berakar Budaya dan Syariat
Mualem secara khusus mengapresiasi langkah Polda Aceh yang mengedepankan nilai-nilai lokal dalam pelaksanaan tugas. Ia menyoroti perubahan penamaan institusi menjadi Polda Aceh Meutuah sebagai simbol integrasi budaya.
“Pada penamaan pun sekarang telah menjadi Polda Aceh Meutuah,” kata Mualem dalam rilis resmi yang diterima media.
Menurutnya, Polda Aceh telah mampu mengintegrasikan kebijakan nasional, arahan pimpinan, dan nilai-nilai lokal Aceh. “Menjadi filosofi kepolisian yang berakar pada budaya, berlandaskan syariat, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” katanya.
Kolaborasi Pentahelix: Kunci Pembangunan Berkelanjutan
Mualem menambahkan, pendekatan yang dijalankan Polri, khususnya Polda Aceh, merupakan bagian dari strategi kolaborasi pentahelix. Konsep ini melibatkan lima unsur: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.
“Sinergi kelima unsur menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama yang efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kerangka tersebut, pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator. Akademisi menyumbang riset dan inovasi, dunia usaha menyediakan investasi dan teknologi, masyarakat menyampaikan aspirasi sekaligus berpartisipasi, sedangkan media berperan menyebarluaskan informasi dan mengedukasi publik.
Target Akhir: Aceh Aman, Ekonomi Tumbuh, Rakyat Sejahtera
Mualem menekankan penguatan kerja sama antarpemangku kepentingan perlu terus dijaga agar pembangunan berjalan optimal. Sinergi yang baik, menurutnya, akan menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
“Sehingga, penguatan kerjasama yang baik itu perlu dijalankan terus. Sehingga Aceh tidak hanya aman tetapi juga nyaman. Ekonomi akan bertumbuh, dan rakyat sejahtera,” ujarnya.