LHOKSEUMAWE — Kebakaran melanda tumpukan kayu gelondongan yang merupakan sisa-sisa bencana banjir besar akhir tahun lalu di Gampong Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Peristiwa ini terjadi baru-baru ini dan memicu kepanikan warga setempat.
Api membakar habis material kayu yang selama ini menumpuk di bantaran sungai. Kepulan asap tebal membumbung tinggi, sementara bara panas dari kayu yang terbakar dikhawatirkan menjalar ke pemukiman yang tidak berjarak jauh dari lokasi kejadian.
Ancaman Merembet ke Rumah Warga
Warga sekitar mengaku waswas dengan kondisi tersebut. Pasalnya, bara api yang masih menyala di beberapa titik sulit dipadamkan karena material kayu yang tebal dan kering. Posisi tumpukan kayu yang berada di dekat permukiman membuat potensi perambatan api semakin besar.
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah rumah yang terdampak langsung oleh kobaran api. Namun, warga terus berupaya melakukan pemadaman mandiri menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran.
Sisa Banjir Besar yang Belum Tertangani
Tumpukan kayu gelondongan tersebut merupakan sisa dari banjir bandang besar yang melanda Aceh Utara pada akhir tahun lalu. Material kayu hanyut terbawa arus deras dan mengendap di sejumlah titik, termasuk di Gampong Babah Krueng. Hingga saat ini, belum ada penanganan menyeluruh dari pihak terkait untuk membersihkan atau memanfaatkan kayu-kayu tersebut.
Kondisi kayu yang mengering selama berbulan-bulan membuatnya sangat mudah terbakar. Warga setempat menduga api berasal dari puntung rokok atau percikan api dari aktivitas warga di sekitar lokasi, meskipun penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
Langkah Selanjutnya
Kapolres setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa ini. Namun, pihak kepolisian dikabarkan telah menurunkan personel untuk mengamankan lokasi dan membantu proses pemadaman. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membersihkan sisa-sisa kayu tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
Peristiwa kebakaran tumpukan kayu gelondongan ini menjadi pengingat bahwa dampak bencana banjir bandang belum sepenuhnya pulih. Penanganan pascabencana yang lambat justru memicu risiko baru bagi keselamatan warga.