Pencarian

Disdikbud Banda Aceh Mulai Pugar Kompleks Makam Siti Ula Syah, Anggaran Puluhan Juta untuk Rawat Cagar Budaya

Sabtu, 30 Mei 2026 • 12:33:01 WIB
Disdikbud Banda Aceh Mulai Pugar Kompleks Makam Siti Ula Syah, Anggaran Puluhan Juta untuk Rawat Cagar Budaya
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh memulai pemugaran Kompleks Makam Siti Ula Syah dengan anggaran puluhan juta rupiah.

BANDA ACEH — Kompleks Makam Siti Ula Syah, salah satu situs cagar budaya di pusat Kota Banda Aceh, mulai dipugar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Pemugaran ini merupakan bagian dari program perawatan dan pelestarian benda cagar budaya yang berada di bawah kewenangan pemerintah kota.

Anggaran Pemugaran Capai Puluhan Juta Rupiah

Kepala Disdikbud Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menyebutkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk pemugaran tahap awal mencapai puluhan juta rupiah. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan fisik makam, termasuk pembersihan, perkuatan struktur, dan pengecatan ulang bagian yang rusak.

“Kami ingin memastikan situs ini tetap terjaga keasliannya, namun juga layak dikunjungi sebagai destinasi wisata sejarah,” ujar Sulaiman dalam keterangan pers, Senin lalu.

Lokasi Strategis di Jantung Kota

Kompleks Makam Siti Ula Syah terletak di kawasan yang cukup strategis, tidak jauh dari pusat pemerintahan dan keramaian kota. Situs ini kerap dikunjungi oleh para peneliti sejarah dan wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat jejak peradaban Islam di Aceh.

Menurut data Disdikbud Banda Aceh, makam ini diperkirakan berasal dari abad ke-17 Masehi dan memiliki nilai sejarah tinggi terkait penyebaran Islam di pesisir utara Sumatra. Sayangnya, kondisi bangunan mulai menunjukkan kerusakan akibat faktor cuaca dan usia.

Fakta Singkat Kompleks Makam Siti Ula Syah

  • Lokasi: pusat Kota Banda Aceh, dekat kawasan pemerintahan.
  • Perkiraan usia: abad ke-17 Masehi, terkait penyebaran Islam di Aceh.
  • Anggaran pemugaran tahap awal: puluhan juta rupiah dari APBK Banda Aceh.
  • Fokus perbaikan: struktur bangunan, pembersihan, dan pengecatan.

Perawatan Cagar Budaya Jadi Prioritas Pemkot

Pemugaran ini merupakan kelanjutan dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam merawat situs-situs bersejarah. Sebelumnya, Disdikbud juga telah melakukan inventarisasi dan perbaikan terhadap beberapa makam kuno lainnya di wilayah tersebut.

Sulaiman menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan pemugaran dan memastikan tidak ada perubahan bentuk asli yang mengurangi nilai sejarah situs. “Kami bekerja sama dengan tim arkeolog untuk memastikan setiap langkah sesuai standar pelestarian cagar budaya,” katanya.

Dampak bagi Wisata Sejarah dan Edukasi

Dengan selesainya pemugaran, diharapkan Kompleks Makam Siti Ula Syah dapat menjadi salah satu destinasi wisata sejarah andalan di Banda Aceh. Selain menarik wisatawan, situs ini juga diharapkan bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang sejarah lokal.

Pemerintah kota juga berencana menambahkan papan informasi dan fasilitas penunjang di sekitar lokasi makam agar lebih ramah pengunjung. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap pelestarian cagar budaya di tengah modernisasi kota.

Bagikan
Sumber: theacehpost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks