Pencarian

Enam Bulan Pascabanjir Bandang, Pemkab Aceh Utara Belum Rincikan Dana Bantuan dari Daerah Lain ke Publik

Sabtu, 30 Mei 2026 • 05:23:09 WIB
Enam Bulan Pascabanjir Bandang, Pemkab Aceh Utara Belum Rincikan Dana Bantuan dari Daerah Lain ke Publik
Bupati Aceh Utara belum merinci dana bantuan dari daerah lain enam bulan pascabanjir bandang.

LHOKSUKON — Enam bulan setelah banjir bandang dahsyat melanda Aceh Utara pada akhir November 2025, transparansi pengelolaan dana bantuan dari daerah lain masih menjadi tanda tanya. Dalam pertemuan dengan insan pers di Oproom Kantor Bupati, Landing, Lhoksukon, Selasa (26/5/2026), data bantuan dari Pemda lain sama sekali tidak dipaparkan.

Berbeda dengan pertemuan pada 16 Februari 2026 lalu yang sempat menampilkan data kerusakan infrastruktur secara rinci melalui layar LED display, kali ini Pemkab juga tidak menampilkan perkembangan kondisi pascabanjir di layar tersebut. Pertemuan dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil (Ayahwa), didampingi Sekda Dayan Albar, Asisten I Setda Dr. Fauzan, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Fauzan, Kepala Dinas Kominfosa Halidi, dan Juru Bicara Pemkab Muntasir Ramli.

Bupati Minta Wartawan ke BPKD

Saat dicecar pertanyaan awak media mengenai total bantuan keuangan dari luar daerah yang telah diterima, Bupati Ayahwa enggan memberikan penjelasan rinci. Ia justru mengarahkan wartawan untuk menanyakan langsung ke BPKD.

"Jangan ditanya itu. Sudah saya bilang sebelumnya, coba ditanyakan sama Pak Nazar (Kepala BPKD Aceh Utara, Nazar Hidayat). Itu ada dari kabupaten mana saja semua tertera detail. Koordinasi terus dengan pihak keuangan, karena di sana mendetail sekali. Kalau saya sampaikan nanti dikhawatirkan ada yang keliru," ujar Ayahwa.

Bantuan Rp 30 Miliar dari Simalungun untuk Lahan Huntap

Meski tidak merincikan seluruh bantuan, Ayahwa mengungkapkan salah satu donasi besar yang diterima berasal dari Pemerintah Kabupaten Simalungun dengan nilai sekitar Rp30 miliar. Dana ini rencananya akan dialokasikan untuk penyediaan lahan hunian tetap (Huntap) bagi para pengungsi korban banjir.

"Termasuk kami ucapkan terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun, kita diberikan bantuan sekitar Rp30 miliar. Mungkin dengan dana tersebut kita akan membeli tanah untuk pembangunan hunian tetap kepada korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggalnya," ungkap Ayahwa.

Huntara Rampung, Huntap dan Tanggul Masuk Tender

Ayahwa menyebut pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir telah rampung dikerjakan. Saat ini, pemerintah fokus pada progres pembangunan hunian tetap dengan sokongan dari pemerintah pusat.

"Sedangkan untuk perbaikan tanggul irigasi, semuanya sudah ada anggarannya dan sedang ditender. Jadi sekarang lagi proses tender untuk seluruh sungai yang terdampak banjir bandang di Aceh Utara," pungkas Ayahwa.

Bagikan
Sumber: portalsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks