ACEH TAMIANG — Warga di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, tak lagi harus bergantung pada perahu kayu untuk menyeberangi Sungai Tamiang. Kini, Jembatan Gantung Perintis Garuda yang membentang sepanjang 240 meter telah menjadi jalur utama yang menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Sekerak Kiri.
Sebelum jembatan ini hadir, perjalanan darat memutar antara dua desa tersebut memakan waktu satu hingga dua jam. Kini, warga cukup menempuh perjalanan sekitar lima menit untuk sampai ke desa seberang.
Dibangun Pascabencana, Selesai dalam Tiga Bulan
Proyek ini merupakan respons cepat terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada 2025. Prajurit TNI dari berbagai satuan dikerahkan untuk membangun jembatan gantung perintis tersebut. Dalam waktu sekitar tiga bulan, infrastruktur sepanjang 240 meter itu berhasil rampung dan langsung difungsikan untuk memulihkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat terdampak.
Jembatan Gantung Perintis Garuda disebut sebagai salah satu jembatan gantung perintis terpanjang di Indonesia. Desainnya yang membentang di atas Sungai Tamiang dengan latar alam Sekerak mulai menarik perhatian warga dari berbagai daerah.
Dampak Langsung bagi Pelajar dan Distribusi Ekonomi
Kehadiran jembatan ini memberikan dampak nyata bagi pelajar yang sebelumnya harus menghadapi risiko saat menyeberang sungai menggunakan perahu. Aktivitas sehari-hari seperti berangkat sekolah, bekerja, hingga distribusi hasil ekonomi warga kini menjadi lebih aman, cepat, dan efisien.
Selain menjadi jalur penghubung, jembatan ini mulai berkembang sebagai lokasi wisata baru. Panorama Sungai Tamiang dan suasana alam Sekerak menjadi daya tarik bagi warga untuk bersantai, menikmati pemandangan, hingga berburu foto.
Fakta Singkat Jembatan Gantung Perintis Garuda:
- Panjang: 240 meter, salah satu jembatan gantung perintis terpanjang di Indonesia.
- Lokasi: Menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Sekerak Kiri, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang.
- Waktu tempuh: Dari dua jam (via darat memutar) menjadi lima menit.
- Proses pembangunan: Dikerjakan prajurit TNI gabungan dalam waktu tiga bulan sebagai respons bencana hidrometeorologi 2025.