ACEH — Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, mengungkapkan langsung agenda peluncuran produk anyar tersebut di Bogor, Kamis (21/5). Ia menegaskan model anyar ini masuk dalam kategori New Energy Vehicle, bisa berupa Battery Electric Vehicle atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle.
SUV Baru, Tapi Bukan Pesaing J5 Listrik?
Ilham memastikan produk baru itu tetap berjenis SUV, sesuai dengan identitas Jaecoo yang saat ini hanya menghadirkan SUV di Indonesia. Namun, ia enggan berspekulasi apakah model ini akan diposisikan di bawah J5, mobil listrik termurah Jaecoo saat ini.
"Tentunya yang bisa diterima oleh masyarakat," ucap dia ketika ditanya soal potensi harga yang lebih murah dari J5. Pernyataan itu membuka peluang bahwa SUV baru ini bisa masuk ke segmen harga yang lebih terjangkau atau justru mengisi celah di atasnya.
Spekulasi J5 Hybrid: Mesin 1.500 Turbo dengan Konsumsi 18 Km/Liter
Salah satu kandidat terkuat yang mungkin meluncur adalah J5 Hybrid. Model ini sudah beredar di China dengan nama lengkap J5 SHS-H, menggendong teknologi Super Hybrid System (SHS).
J5 Hybrid memadukan mesin bensin 1.500 cc turbo bertenaga 140 hp dan torsi 215 Nm, dengan motor listrik 201 hp dan torsi 295 Nm. Klaim efisiensi bahan bakarnya mencapai 18 km per liter, dengan jarak tempuh total hingga 1.000 kilometer saat tangki penuh.
Yang menarik, J5 Hybrid menggunakan platform yang sama dengan J5 listrik, namun dengan paket baterai lebih kecil. Ini bisa menjadi strategi Jaecoo untuk menawarkan opsi elektrifikasi tanpa ketergantungan penuh pada infrastruktur pengisian daya.
Kapan dan Berapa Harganya?
Sampai saat ini, Jaecoo Indonesia belum memberikan kepastian waktu peluncuran maupun kisaran harga. Yang jelas, 2026 masih menyisakan tujuh bulan, sehingga peluang untuk melihat wujud asli SUV anyar ini di Indonesia masih terbuka lebar.
Kepastian model dan detail spek akan menjadi kunci apakah Jaecoo mampu merebut pangsa pasar SUV elektrifikasi yang semakin kompetitif di Indonesia.