LHOKSUKON — Gelombang pasang purnama yang dipicu cuaca ekstrem sejak akhir pekan lalu telah merendam rumah warga dan hunian sementara di sejumlah titik pesisir Aceh Utara. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir rob masih menggenangi permukiman di Kecamatan Lapang, Seuneddon, Samudera, Muara Batu, dan Dewantara.
Enam Kecamatan Terendam, Ratusan Jiwa Terdampak
Di Kecamatan Lapang, tiga gampong terdampak parah: Kuala Cangkoi, Kuala Keretou, dan Matang Tunong. Sementara di Seuneddon, banjir merendam Lhok Puuk dan Cot Puuk. Kecamatan Samudera melaporkan genangan di Gampong Sawang dan Blang Nibong, sedangkan Muara Batu mencatat Cot Seurani dan Bungkaih ikut terimbas.
Kecamatan Dewantara menjadi wilayah terakhir yang dilaporkan terdampak, dengan Gampong Geulumpang Kuala Sulu Timur dan Bluka Teubai mengalami abrasi dan rob bersamaan. BPBD Aceh Utara masih melakukan pendataan jumlah pasti rumah dan warga yang mengungsi.
Tanggul Pemecah Ombak Jadi Solusi Jangka Panjang
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengatakan pihaknya akan mengusulkan pembangunan tanggul di sepanjang pesisir Aceh Utara yang kerap dilanda rob dan abrasi. “Solusi jangka panjang pembangunan tanggul pemecah ombak. Kami akan usulkan bersamaan dengan seluruh data kerusakan ke pemerintah pusat, melalui BNPB dan kementerian,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Pemkab Aceh Utara saat ini tengah mengumpulkan data kerusakan dari setiap kecamatan untuk melengkapi proposal ke pemerintah pusat. Ismail menambahkan, koordinasi dengan Pemerintah Aceh dan BNPB akan terus dilakukan agar penanganan bencana tidak hanya bersifat darurat.
Prioritas: Tidak Ada Korban Jiwa Akibat Banjir Susulan
Keselamatan warga menjadi pertimbangan utama dalam percepatan usulan ini. Menurut Bupati, upaya pencegahan harus segera direalisasikan agar banjir susulan tidak menimbulkan korban jiwa. “Keselamatan warga adalah prioritas utama dan upaya pencegahan harus segera dilakukan agar tidak ada korban jiwa akibat banjir susulan,” tegasnya.
Pemkab Aceh Utara juga berencana melibatkan dinas terkait untuk merancang desain tanggul yang sesuai dengan karakteristik gelombang di Selat Malaka. Abrasi di wilayah ini telah berlangsung bertahun-tahun dan diperparah oleh kenaikan muka air laut.
Data Kerusakan Segera Dikirim ke BNPB
Pemerintah kabupaten menargetkan data kerusakan dari enam kecamatan rampung dalam pekan ini. Setelah itu, proposal pembangunan tanggul akan dikirim ke BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendapatkan alokasi anggaran. Belum ada angka pasti mengenai panjang tanggul yang akan dibangun, namun usulan awal mencakup titik-titik kritis di sepanjang pesisir Aceh Utara.
Sementara menunggu realisasi tanggul, BPBD setempat masih melakukan evakuasi warga di wilayah terdampak dan mendirikan dapur umum di beberapa titik pengungsian.