ACEH — RedMagic mencoba menjawab dilema klasik ponsel gaming: bodi tebal dan berat demi performa dan baterai besar. Dengan RedMagic 11 Air, pabrikan asal China ini menawarkan pendekatan berbeda — membuat ponsel gaming setipis mungkin tanpa mengorbankan kapasitas baterai dan sistem pendingin aktif. Pertanyaannya, apakah kompromi yang dibuat demi mencapai ketipisan ini justru merusak esensi ponsel gaming itu sendiri?
Desain: Ramping dengan Sentuhan Gamer
RedMagic 11 Air memiliki dimensi 163,82 x 76,54 x 7,85 mm dengan bobot 207 gram. Bodinya menggunakan rangka aluminium alloy, bagian depan dilindungi Gorilla Glass 7i, dan panel belakang transparan dari Gorilla Glass 5. Sertifikasi IP54 memberikan ketahanan terhadap debu dan cipratan air, namun tidak untuk perendaman penuh.
Panel belakang menampilkan desain khas gamer dengan komponen termal yang disederhanakan dan branding RedMagic. Cincin RGB di sekitar kipas internal bisa dikustomisasi. Modul kamera benar-benar rata dengan bodi belakang — detail penting yang membuat ponsel tidak bergoyang saat diletakkan di meja dan tidak mengganggu genggaman saat bermain game dalam waktu lama.
Satu perubahan signifikan: RedMagic 11 Air tidak memiliki slider fisik seperti pendahulunya. Sebagai gantinya, ada tombol merah khusus untuk mengaktifkan Game Space. Tombol volume dan daya berada di sisi kanan, port USB-C di bagian bawah. Tersedia dalam varian Black Phantom dan White Prism.
Layar: Panel AMOLED 144 Hz Tanpa Gangguan
Layar RedMagic 11 Air menggunakan panel AMOLED 6,85 inci dengan resolusi 2688 x 1216 piksel (431 ppi) dan rasio aspek 20:9. Refresh rate mencapai 144 Hz, dengan klaim puncak kecerahan 1.800 nits. Dalam pengujian, kecerahan aktual sedikit melampaui klaim tersebut pada ukuran window 2 persen, meski turun pada window yang lebih besar.
Permukaan layar sepenuhnya mulus tanpa poni atau punch-hole karena kamera depan ditempatkan di bawah layar (under-display camera). Konsekuensinya, kualitas kamera depan tidak maksimal — detail yang akan dibahas lebih lanjut.
Hal yang Kurang: Kamera Depan dan Ketahanan Air
Kamera depan under-display menjadi kelemahan utama. Meski membuat layar tidak terputus, kualitas gambar yang dihasilkan tidak sebaik kamera konvensional. Untuk pengguna yang sering melakukan panggilan video atau selfie, ini bisa menjadi pertimbangan.
Sertifikasi IP54 juga tergolong rendah dibanding ponsel flagship lain yang sudah memiliki IP68. Ponsel ini hanya tahan cipratan air, bukan untuk penggunaan di hujan deras atau terendam.
Kesimpulan: Inovasi Menarik dengan Kompromi yang Jelas
RedMagic 11 Air adalah ponsel gaming yang berhasil menjaga daya tahan baterai dan sistem pendingin di bodi tipis. Desain kamera rata, layar tanpa gangguan, dan tombol trigger di samping menjadi nilai tambah untuk sesi gaming yang nyaman. Namun, kualitas kamera depan yang kurang memuaskan dan ketahanan air yang terbatas menjadi harga yang harus dibayar.
Di harga 499 dolar AS (sekitar Rp 8,2 juta), ponsel ini menawarkan value yang kompetitif untuk gamer yang mengutamakan performa dan portabilitas. Untuk pasar Indonesia, ponsel ini bisa menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang bosan dengan bodi ponsel gaming yang tebal dan berat, asalkan tidak terlalu bergantung pada kualitas kamera depan dan fitur tahan air.