ACEH — Kondisi pasar otomotif di Negeri Tirai Bambu memaksa Honda melakukan langkah defensif yang cukup ekstrem. Berdasarkan laporan terbaru dari Sina Finance, pabrikan berlogo H ini hanya mampu melepas 22.595 unit kendaraan sepanjang April 2026. Angka tersebut mencerminkan penurunan drastis sebesar 48,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, rapor merah Honda sudah terlihat sejak awal tahun. Selama periode Januari hingga April 2026, total penjualan tercatat di angka 145.065 unit, atau merosot 28 persen secara year-on-year. Situasi ini berdampak langsung pada operasional manufaktur mereka di China yang melibatkan dua mitra besar, GAC dan Dongfeng.
Penutupan Pabrik GAC Honda dan Dongfeng Honda di 2026-2027
Honda mengonfirmasi pengurangan kapasitas produksi mesin konvensional (ICE) secara masif. Pabrik GAC Honda yang berlokasi di Huangpu, Guangzhou, dijadwalkan berhenti beroperasi sepenuhnya pada Juni 2026. Tidak berhenti di situ, fasilitas produksi Dongfeng Honda di Wuhan juga masuk dalam daftar penutupan yang direncanakan pada 2027 mendatang.
Efek domino dari penutupan ini adalah terpangkasnya kapasitas produksi tahunan Honda di China sebesar 480 ribu unit. Dari yang semula mampu memproduksi 1,2 juta kendaraan per tahun, kini Honda hanya akan mengandalkan sisa kapasitas sebesar 720 ribu unit. Keputusan pahit ini menjadi bagian dari strategi bertahan di tengah gempuran mobil listrik (EV) merek lokal yang semakin agresif.
Obral Besar Honda ZR-V dan Penghentian Pesanan Honda Fit
Beberapa model yang sebelumnya menjadi tulang punggung penjualan kini mulai menghilang dari line-up resmi. Honda Fit, hatchback yang sangat populer, dilaporkan sudah berhenti menerima pesanan baru sejak awal 2026. Dealer-dealer di China kini hanya fokus menghabiskan sisa stok yang ada di gudang. Nasib serupa juga menimpa kembarannya, Honda LIFE.
Kondisi paling kontras terlihat pada Honda ZR-V. SUV yang baru meluncur pada 2022 ini kini dijual dengan diskon yang tidak masuk akal untuk menghabiskan stok. Harga ZR-V terjun bebas dari kisaran 210.000 yuan menjadi hanya 84.800 yuan, atau sekitar Rp188 jutaan jika dikonversi ke Rupiah. Penurunan harga lebih dari 50 persen ini menandakan upaya keras dealer untuk membersihkan inventaris sebelum model tersebut benar-benar disuntik mati.
Selain model bermesin bensin, lini elektrifikasi Honda pun tak luput dari masalah. Accord e:PHEV kini masuk dalam fase clearance sale dengan pemotongan harga besar-besaran. Bahkan, SUV listrik murni mereka, Honda e:NS1, juga dilaporkan akan dihentikan produksinya karena kalah bersaing secara harga dan teknologi dengan kompetitor domestik China.
Dominasi BYD dan Xiaomi Ubah Peta Persaingan
Tekanan yang dialami Honda bukan tanpa alasan. Merek-merek lokal China seperti BYD, Geely, Chery, hingga pendatang baru Xiaomi, telah mengubah preferensi konsumen secara radikal. Mereka menawarkan mobil listrik dan hybrid dengan fitur teknologi lebih canggih namun dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan merek Jepang.
Langkah Honda menutup pabrik dan menyuntik mati banyak model ini menjadi sinyal kuat bahwa dominasi pabrikan global di pasar China mulai goyah. Fokus Honda ke depan kemungkinan besar akan beralih sepenuhnya pada pengembangan platform EV baru untuk mencoba merebut kembali pangsa pasar yang hilang, meski harus mengorbankan model-model legendaris mereka.
Apa saja model Honda yang berhenti diproduksi di China?
Model yang terdampak penghentian produksi dan pemesanan meliputi Honda Fit, Honda LIFE, Honda ZR-V, sedan hybrid Accord e:PHEV, serta SUV listrik Honda e:NS1.
Mengapa Honda menutup pabriknya di China?
Penutupan pabrik dilakukan karena penjualan anjlok hingga 48,3 persen dan perlunya efisiensi produksi akibat kalah bersaing dengan merek lokal seperti BYD dan Xiaomi di segmen mobil listrik.
Kapan pabrik Honda di China resmi berhenti beroperasi?
Pabrik GAC Honda di Huangpu dijadwalkan tutup pada Juni 2026, sementara pabrik Dongfeng Honda di Wuhan akan menyusul untuk ditutup pada tahun 2027.