Pencarian

Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal Tegaskan Pembangunan Aceh Harus Tumbuh Bersama Alam, Bukan Melawannya

Selasa, 12 Mei 2026 • 15:33:51 WIB
Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal Tegaskan Pembangunan Aceh Harus Tumbuh Bersama Alam, Bukan Melawannya
Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal mengajak pembangunan Aceh tumbuh selaras dengan alam.

Sepanjang tahun 2025, bencana hidrometeorologi di Aceh telah menimbulkan kerugian mencapai Rp68,67 triliun dan memaksa lebih dari 2,2 juta kepala keluarga mengungsi. Angka itu disebut Safrizal sebagai alarm keras bahwa pendekatan pembangunan yang eksploitatif harus segera dihentikan.

Tsunami 2004 Jadi Pengingat Pahit

Safrizal mengingatkan kembali tragedi tsunami 2004 yang merenggut lebih dari 170 ribu jiwa di Aceh. Ia menilai, peristiwa itu adalah bukti paling nyata betapa dahsyatnya kekuatan alam ketika keseimbangan lingkungan diabaikan.

"Paradigma Growth with Nature harus menjadi arah pembangunan baru Aceh," tegas Safrizal di hadapan peserta lokakarya yang digelar di The Pade Hotel, Banda Aceh.

Modal Ekologis Aceh: Leuser Bernilai Jutaan Dolar

Dalam paparannya, Safrizal menyebut Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) sebagai modal ekologis dunia dengan valuasi jasa lingkungan lebih dari USD600 juta per tahun. Ia menekankan, menjaga hutan bukanlah beban pembangunan, melainkan investasi jangka panjang bagi ketahanan ekonomi dan keselamatan masyarakat.

Kearifan Lokal Jadi Fondasi: Hadih Maja dan Pranata Adat

Menurut Safrizal, prinsip keberlanjutan sejatinya sudah lama dikenal masyarakat Aceh melalui kearifan lokal. Ia mengutip Hadih Maja: "Di bineh pasi ta pula aron, di dalam neuheun ta pula bangka…" yang bermakna menanam cemara di pesisir dan mangrove di tambak agar masyarakat terlindungi dari air pasang.

Ia juga menyoroti peran pranata adat seperti Mukim, Panglima Laot, Panglima Uteun, dan Keujruen Blang sebagai bukti bahwa masyarakat Aceh telah menerapkan prinsip keberlanjutan jauh sebelum istilah sustainability populer secara global.

Langkah Konkret yang Harus Segera Diambil

Safrizal menekankan perlunya tindak lanjut nyata yang mencakup penguatan tata ruang berbasis mitigasi bencana dan regulasi kawasan lindung. Selain itu, ia mendorong pengembangan proyek percontohan solusi berbasis alam, penguatan peran masyarakat adat, serta pengembangan skema pembiayaan hijau dan kolaborasi lintas wilayah.

"Tidak cukup sama-sama bekerja, tetapi harus bekerja sama," ujarnya, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan yang tangguh, hijau, dan inklusif.

Lokakarya Jadi Fondasi Arah Baru Pembangunan Aceh

Lokakarya "Growth with Nature" diharapkan menjadi fondasi bagi arah pembangunan Aceh yang lebih berkelanjutan. Kombinasi antara ilmu pengetahuan modern, tata kelola pemerintahan yang baik, dan kearifan lokal masyarakat disebut Safrizal sebagai kunci utama agar bencana serupa tak terus berulang.

Bagikan
Sumber: infopublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks