Pencarian

GameStop Incar Akuisisi eBay demi Ambisi Jadi Raksasa US$100 Miliar

Sabtu, 02 Mei 2026 • 22:50:06 WIB
GameStop Incar Akuisisi eBay demi Ambisi Jadi Raksasa US$100 Miliar
CEO GameStop Ryan Cohen mengincar akuisisi eBay untuk memperluas bisnis teknologi.

GameStop berencana mengakuisisi eBay untuk memperluas jangkauan bisnisnya di luar ritel video gim fisik. Langkah berani CEO Ryan Cohen ini bertujuan mengubah perusahaan menjadi raksasa teknologi bernilai US$100 miliar, meski nilai pasar eBay saat ini mencapai empat kali lipat dari GameStop.

GameStop, peritel video gim yang selama ini identik dengan toko fisik di pusat perbelanjaan, dikabarkan tengah menyusun langkah ekspansi besar-besaran. Berdasarkan laporan Wall Street Journal, CEO GameStop Ryan Cohen berencana mengajukan penawaran untuk mengakuisisi eBay, platform marketplace global yang memiliki valuasi jauh di atas mereka.

Langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Cohen untuk mentransformasi GameStop menjadi "juggernaut" bernilai lebih dari US$100 miliar (sekitar Rp1.600 triliun). Cohen sempat menyebutkan kepada media bahwa ia berencana melakukan akuisisi perusahaan besar dalam sebuah perjudian berani yang menurutnya "bisa jadi jenius atau benar-benar konyol".

Perbandingan Kekuatan Finansial GameStop dan eBay

Rencana akuisisi ini tergolong sangat ambisius mengingat perbedaan skala bisnis yang mencolok antara kedua entitas tersebut. eBay bukan sekadar pasar gim, melainkan ekosistem perdagangan elektronik lintas kategori dengan basis pengguna global yang masif.

  • Pendapatan eBay (2024): US$11,1 miliar (sekitar Rp177,6 triliun)
  • Penjualan Bersih GameStop (2025): US$3,6 miliar (sekitar Rp57,6 triliun)
  • Laba Operasional GameStop: US$232,1 juta (berhasil keluar dari zona merah)
  • Valuasi Pasar: Nilai pasar eBay saat ini mencapai empat kali lipat dari GameStop

Pasar merespons kabar ini dengan kenaikan harga saham kedua perusahaan segera setelah laporan tersebut beredar. Meski demikian, detail spesifik mengenai nilai penawaran yang akan diajukan GameStop masih belum terungkap ke publik.

Kondisi Bisnis dan Upaya Bertahan GameStop

GameStop sedang berada dalam masa transisi yang penuh gejolak. Awal tahun ini, perusahaan menutup lebih dari 400 lokasi toko fisik di Amerika Serikat sebagai dampak dari pergeseran tren konsumen ke pembelian gim digital. Penjualan bersih mereka pada 2025 juga tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk tetap relevan, manajemen sempat mencoba berbagai strategi yang memicu kontroversi di kalangan internal maupun publik. Salah satunya adalah program "Trade Anything Day" yang dikritik karyawan, hingga aktivitas Ryan Cohen di media sosial X yang sering mengunggah konten provokatif dan meme politik.

Dampak bagi Ekosistem E-commerce dan Pengguna Indonesia

Jika akuisisi ini benar-benar terjadi, peta persaingan marketplace global dipastikan akan berubah drastis. Bagi pengguna di Indonesia, eBay selama ini menjadi alternatif utama untuk berburu barang koleksi, gadget langka, atau suku cadang otomotif yang tidak tersedia di lokapasar domestik seperti Tokopedia atau Shopee.

Integrasi GameStop ke dalam eBay bisa berarti fokus yang lebih besar pada kategori hobi, mainan, dan barang koleksi (collectibles). Namun, tantangan logistik dan regulasi impor di Indonesia tetap akan menjadi faktor penentu bagi pembeli lokal dalam memanfaatkan platform hasil merger ini nantinya.

Saat ini, pelaku pasar masih menunggu pernyataan resmi dari kedua belah pihak. Keberhasilan Cohen dalam mengeksekusi rencana ini akan menentukan apakah GameStop mampu berevolusi menjadi raksasa teknologi baru atau justru terjebak dalam ambisi yang melampaui kapasitas finansialnya.

Bagikan
Sumber: pcgamer.com

Berita Terkini

Indeks