Pencarian

WhatsApp Rombak Tampilan Chat dengan Desain Liquid Glass yang Transparan

Jumat, 01 Mei 2026 • 06:41:25 WIB
WhatsApp Rombak Tampilan Chat dengan Desain Liquid Glass yang Transparan
WhatsApp memperkenalkan desain Liquid Glass yang transparan pada tampilan chat.

WhatsApp sedang menyiapkan perombakan visual besar-besaran yang akan mengubah cara pengguna berinteraksi di dalam aplikasi. Setelah mulai memperkenalkan bahasa desain "Liquid Glass" pada layar utama secara bertahap, kini giliran interior ruang obrolan yang mendapatkan sentuhan estetika serupa.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Meta untuk memodernisasi tampilan WhatsApp yang selama bertahun-tahun dianggap tertinggal dibandingkan kompetitornya. Desain Liquid Glass mengedepankan elemen transparansi dan kedalaman visual yang memberikan kesan lebih ringan serta elegan pada layar ponsel.

Meskipun pengembangan ini sudah terendus sejak tahun lalu, Meta tampaknya memilih pendekatan yang sangat hati-hati. Pengguna di Indonesia mungkin menyadari bahwa perubahan navigasi bawah (bottom navigation bar) sudah mulai muncul, namun pembaruan untuk ruang obrolan ini diprediksi akan menjadi perubahan yang paling terasa dampaknya secara visual.

Detail Perubahan Visual Liquid Glass di Ruang Obrolan

Berdasarkan laporan terbaru dari WABetaInfo, Meta sedang mengerjakan integrasi Liquid Glass khusus untuk antarmuka di dalam chat. Meskipun fitur ini belum tersedia untuk seluruh penguji beta, beberapa jejak kode menunjukkan adanya perubahan signifikan pada elemen navigasi dan input teks.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah hadirnya "floating chat bar" atau bilah pesan yang tampak mengambang di bagian bawah layar. Berbeda dengan desain saat ini yang kaku dan menempel pada tepi layar, desain baru ini memberikan ruang kosong di sekelilingnya, menciptakan kesan modern.

Selain itu, Meta juga menyertakan beberapa elemen teknis untuk memperkuat estetika Liquid Glass ini, di antaranya:

  • Bilah Navigasi Semi-Transparan: Bagian atas dan bawah layar akan memiliki efek tembus pandang yang halus.
  • Efek Blur (Kabur): Latar belakang chat akan terlihat samar di balik elemen antarmuka saat pengguna melakukan gulir (scrolling).
  • Shadow & Depth: Penggunaan bayangan tipis untuk memberikan efek kedalaman, seolah-olah elemen chat berada di atas lapisan kaca.
  • Pembaruan Voice Message: Pemutar pesan suara yang lebih ramping dan selaras dengan tema transparan.

Alasan Meta Melakukan Pembaruan Secara Perlahan

Banyak pengguna mempertanyakan mengapa proses peluncuran desain ini terasa sangat lambat. Sejak awal Oktober, distribusi fitur ini memang terkesan tersendat dan belum merata, bahkan untuk pengguna versi stabil sekalipun. Hal ini disinyalir karena Meta ingin memastikan konsistensi desain di seluruh bagian aplikasi.

Sangat jarang sebuah aplikasi sebesar WhatsApp merombak seluruh antarmuka dalam satu malam. Meta tampaknya menahan peluncuran luas hingga sebagian besar elemen aplikasi—mulai dari daftar chat, status, hingga ruang obrolan individu—benar-benar siap mengadopsi bahasa desain Liquid Glass secara seragam.

Strategi ini diambil untuk menghindari ketimpangan visual yang bisa membingungkan pengguna. Jika hanya sebagian layar yang berubah menjadi transparan sementara bagian lainnya tetap menggunakan desain lama yang "flat", pengalaman pengguna justru akan terganggu.

Apa Artinya bagi Pengguna WhatsApp di Indonesia

Bagi masyarakat Indonesia yang menjadikan WhatsApp sebagai aplikasi komunikasi utama untuk urusan personal maupun bisnis, pembaruan ini akan memberikan penyegaran yang sangat dibutuhkan. Estetika Liquid Glass ini sangat cocok dengan tren desain sistem operasi modern seperti iOS 18 dan Android 15 yang juga mulai banyak menggunakan efek glassmorphism.

Pembaruan ini kemungkinan besar akan mendarat lebih dulu bagi para pengguna iPhone melalui program TestFlight sebelum akhirnya menyambangi pengguna Android. Namun, mengingat besarnya basis pengguna di Indonesia, biasanya Meta tidak akan memberikan jeda waktu yang terlalu lama antar platform.

Satu hal yang perlu diingat, karena fitur ini masih dalam tahap pengembangan internal dan referensi kode beta, belum ada tanggal rilis resmi yang bisa dipastikan. Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui aplikasi melalui Google Play Store atau App Store guna mendapatkan akses perdana saat fitur ini digulirkan secara publik.

Transformasi visual ini membuktikan bahwa WhatsApp tidak lagi hanya fokus pada fungsionalitas, tetapi juga mulai memperhatikan aspek keindahan antarmuka. Dengan desain yang lebih bersih dan transparan, aktivitas berkirim pesan harian diharapkan menjadi lebih nyaman di mata.

Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

Berita Terkini

Indeks