BANDA ACEH — TPQ Baitusshalihin Ulee Kareng memastikan diri sebagai yang terbaik di FASI Kota Banda Aceh 2026. Gelar juara umum diraih setelah para santrinya tampil konsisten di hampir semua kategori yang dipertandingkan.
Sebanyak 48 peserta dikerahkan lembaga ini untuk berlaga di jenjang Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), dan Tahfizh Al-Qur'an (TQA). Hasilnya, puluhan piala juara satu hingga tiga berhasil dikumpulkan.
Di jenjang TKA, Faqih Fairuza Maulizar dan Arumi Nasha Zunaira masing-masing merebut Juara 1 Tartil Al-Qur'an putra dan putri. Muhammad Salman serta Nadya Alyssa Azzahra juga menyumbang Juara 1 untuk cabang Ceramah Agama Islam.
Tim Cerdas Cermat Al-Qur'an yang diperkuat Afiza Izzatul Inaya, Hawa Khaliqa, dan Rais Arsyaq menambah pundi-pundi poin lewat posisi Juara 3. Haneen Almeera turut menyumbang Juara 3 di cabang Mewarnai Gambar Putri.
Pada tingkat TPA, Muhammad Raihan menjadi Juara 1 Ceramah Agama Islam putra. Khanza Syaqila Almahyra meraih Juara 2 di kategori serupa untuk putri, sementara Arsyila Athifa Zahra mempersembahkan Juara 2 Menggambar Putri.
Prestasi gemilang juga ditorehkan di jenjang TQA. Tim Syarhil Qur'an yang digawangi Sulthan Alfian Munir sebagai pengisyarah, Syarif Al-Khalif As-Saza di bagian tilawah, dan Syakieb Ahmad Zubair sebagai sari tilawah berhasil meraih Juara 1.
Kekompakan tim juga terlihat di cabang Pawai atau Defile yang berhasil dimenangkan TPQ Baitusshalihin. Ustadzah Putri Rizkia melengkapi daftar prestasi dengan menyabet gelar Juara Ranking 1 Ustadz/Ustadzah.
Direktur TPQ Baitusshalihin, Ustadzah Dr. Hj. Ida Friatna, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh keluarga besar lembaga.
"Alhamdulillah wa syukurillah, TPA kita kembali mendapatkan Juara Umum di ajang FASI Kota Banda Aceh tahun ini. Apresiasi dan terima kasih kami ucapkan kepada seluruh Ayah/Bunda, Santriwan/Santriwati, official, para pelatih, seluruh Ustaz/Ustazah, serta seluruh keluarga besar TPA Baitusshalihin," ujarnya.
Ida berpesan agar piala juara umum tidak membuat para santri berpuas diri. Menurutnya, pencapaian ini justru harus menjadi motivasi untuk terus memperdalam ilmu agama.
"Dengan capaian ini janganlah membuat kita sombong, tetapi menjadi motivasi untuk lebih baik lagi. Piala ini adalah milik kita bersama. Jujur, saya terharu dengan apa yang kita peroleh hari ini: Juara Umum, Juara 1 Defile, dan Juara Ranking 1," ungkapnya.
Ia mengajak seluruh santri untuk menjadikan prestasi ini sebagai penyemangat dalam mencintai dan mempelajari Al-Qur'an. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati di tengah pencapaian.
"Mari senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Tetap semangat dalam belajar dan mengajarkan Al-Qur'an. Khairukum man ta'allamal Qur'ana wa 'allamahu," pesannya.