ACEH — Pantauan langsung dari Flightradar24 menunjukkan pemulihan lalu lintas udara yang signifikan di sejumlah wilayah yang sempat terdampak. Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, tercatat sebagai hub dengan aktivitas terpadat, dengan belasan pesawat terlihat bersiap mendarat maupun lepas landas dalam satu waktu.
Pembukaan kembali bandara dilakukan secara bertahap oleh otoritas terkait. Sebagian bandara mulai beroperasi sejak dini hari, sementara lainnya baru beroperasi pada siang hari ini, setelah koordinasi antara Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, dan masing-masing maskapai.
Selain Soekarno-Hatta, pemulihan juga terpantau di Bandara Radin Inten II, Bandar Lampung. Sebuah pesawat Batik Air Airbus A320 dengan nomor penerbangan ID6710 yang berangkat dari Cengkareng terlihat baru saja mendarat di bandara tersebut.
Sementara itu, di Bandara Pondok Cabe, sebuah helikopter dengan kode HS7197 terpantau terbang menuju arah Bogor. Pesawat tersebut ditandai sebagai armada militer dalam sistem pelacakan Flightradar24.
Gambaran hari ini sangat berbeda dengan situasi pada 1-2 hari sebelumnya. Saat itu, langit Jakarta dan sekitarnya tampak kosong dari pergerakan pesawat karena ancaman abu vulkanik yang membahayakan penerbangan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu hujan abu tersebut sempat melumpuhkan operasional penerbangan di sejumlah bandara. Dalam situasi force majeure seperti ini, Flightradar24 menjadi alat pantau paling praktis bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi riil lalu lintas penerbangan secara real-time.
Popularitas Flightradar24 memang meningkat signifikan saat terjadi gangguan penerbangan berskala besar. Aplikasi ini memberikan data langsung mengenai posisi pesawat, status penerbangan, hingga informasi terganggu atau tidaknya rute tertentu, yang sangat membantu calon penumpang maupun keluarga yang menjemput.
Dengan pulihnya aktivitas penerbangan hari ini, diharapkan operasional bandara dapat kembali normal sepenuhnya dan masyarakat yang sempat terdampak penundaan dapat melanjutkan perjalanan mereka.