IDI — Tim Penggerak PKK Kecamatan Julok memastikan diri sebagai yang terbaik dalam Lomba Masak Serba Ikan tingkat Kabupaten Aceh Timur 2026. Kompetisi yang berlangsung di Gedung ISC Aceh Timur, Idi, Kamis (3/9/2026) itu diikuti perwakilan dari 22 kecamatan se-Kabupaten Aceh Timur.
Ketua TP PKK Julok, Raudhatul Jannah, menerima langsung plakat dan hadiah dari Ketua Forikan Aceh Timur, Lismawani Iskandar Al-Farlaky, di akhir acara. Kemenangan ini sekaligus membawa Julok menjadi representasi daerah pada ajang serupa di tingkat provinsi.
TP PKK Kecamatan Peureulak harus puas menempati posisi kedua, disusul TP PKK Darul Aman di urutan ketiga. Adapun tiga juara harapan diraih oleh TP PKK Peureulak Timur, Birem Bayeun, dan Simpang Ulim.
Penilaian lomba tidak hanya berpatokan pada cita rasa, tetapi juga kreativitas penyajian dan nilai gizi dari setiap hidangan berbahan dasar ikan yang diolah peserta.
Lismawani yang juga istri Bupati Aceh Timur itu menyebut ajang tahunan ini memiliki target jauh lebih besar dari sekadar mencari pemenang. Menurutnya, lomba ini adalah gerakan kolektif untuk mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat.
“Ikan adalah sumber protein hewani yang kaya akan gizi dan sangat baik untuk tumbuh kembang anak, bahkan sejak dalam kandungan,” kata Lismawani di sela-sela acara.
Ia mendorong para peserta untuk terus berinovasi mengolah ikan menjadi makanan yang bergizi, menarik, dan mudah diterapkan masyarakat. Resep-resep baru yang muncul dari lomba ini diharapkan mampu mendorong keluarga meningkatkan konsumsi ikan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
“Kita jadikan lomba ini sebagai semangat untuk terus menggerakkan masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan dan berbagai produk olahannya,” ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur, Syarifuddin, menambahkan bahwa kegiatan ini juga dirancang untuk mengembangkan potensi kuliner lokal. Dengan memperkenalkan ragam olahan ikan, pihaknya optimistis sektor ini bisa menjadi penopang pariwisata dan perekonomian daerah.
“Selain meningkatkan konsumsi ikan, lomba ini mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan sehingga muncul variasi menu baru,” kata Syarifuddin. Hidangan yang dikompetisikan kali ini didominasi olahan ikan laut dan budidaya air payau yang melimpah di pesisir Aceh Timur.