ACEH — The Metropolitan Museum of Art (The Met) di New York, Amerika Serikat, tengah memamerkan fragmen tertulis tertua dari puisi epik Yunani kuno The Odyssey. Artefak yang diperkirakan berasal dari tahun 285-250 SM ini menjadi sorotan utama di tengah gelombang popularitas kisah petualangan Odysseus. Adaptasi film terbaru karya sutradara Christopher Nolan disebut menjadi pemicunya.
Fragmen papirus berukuran kurang dari 20 sentimeter ini ditemukan pada 1902 di nekropolis el-Hibe, Mesir. Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada 1909, benda bersejarah ini resmi menjadi koleksi The Met. Egypt Exploration Fund menyerahkan artefak ini sebagai sumbangan.
The Met menyebut fragmen ini ditulis dengan kombinasi arang dan air melalui stilus di atas papirus—bahan paling populer untuk menulis pada zaman dahulu. Keunikannya terletak pada tiga baris yang tidak terdapat dalam teks standar The Odyssey saat ini.
Keberadaan fragmen ini membuktikan bahwa The Odyssey memiliki sejumlah versi sebelum menjadi teks yang dikenal sekarang. Kisah epik ini awalnya disampaikan secara lisan oleh para bard atau penyair dalam bentuk pertunjukan. Baru kemudian dibukukan.
Selain fragmen papirus, The Met juga memamerkan sejumlah koleksi yang menggambarkan perjalanan pulang Odysseus selama sepuluh tahun ke Ithaca. Di sana ia memerintah sebagai raja bersama istrinya, Penelope. Museum ini memiliki banyak lukisan, keramik, dan patung yang berkaitan dengan kisah epik tersebut.
"Mulai dari pelukis vas di Yunani dan Romawi kuno hingga pembuat film masa kini seperti Christopher Nolan, para seniman terus menceritakan kembali The Odyssey melalui berbagai media," demikian pernyataan resmi The Met, dikutip dari The Star, Rabu (26/8/2026).
The Met menyebut karya Homer ini tetap dikenal hingga kini karena mengangkat tema yang tidak lekang oleh waktu. Keberanian, kesetiaan, kegigihan, dan kecerdikan menjadi inti cerita yang terus relevan. Kisah ini juga memiliki kaitan historis dengan Perpustakaan Alexandria di Mesir, yang pernah menjadi tempat penyimpanan koleksi teks Homer pada era Hellenistik.
The Odyssey bersama The Iliad merupakan dua karya epik yang dikaitkan dengan Homer. Keduanya diperkirakan berasal dari abad ke-8 SM. Warisan ini dipertahankan terutama melalui tradisi lisan sebelum akhirnya dibukukan.
Bagi traveler yang sedang merencanakan liburan ke New York, The Met berlokasi di 1000 Fifth Avenue, Manhattan. Museum ini buka setiap hari dengan jam operasional yang berbeda untuk akhir pekan. Tiket masuk menggunakan sistem pay-what-you-wish untuk warga New York, sementara pengunjung umum dikenakan biaya sekitar USD 30 (sekitar Rp 480.000) untuk dewasa.
Pameran fragmen The Odyssey ini menjadi daya tarik tambahan di tengah koleksi seni dan artefak kuno lainnya yang mencapai jutaan benda. Pengunjung bisa menghabiskan waktu 3-4 jam untuk menjelajahi museum. Rekomendasi utama adalah mengunjungi galeri Yunani dan Romawi yang terletak di lantai pertama.
Waktu terbaik untuk melihat langsung fragmen bersejarah ini adalah di hari kerja, Selasa hingga Kamis, untuk menghindari kepadatan pengunjung akhir pekan. Informasi terkini mengenai pameran dan jam operasional dapat dikonfirmasi melalui situs resmi The Met sebelum keberangkatan.