Pasien Patah Tulang di Aceh Utara Terpaksa Pulang dari RSUCM, Operasi Pemasangan Pen Tertunda karena Alat Tak Tersedia

Penulis: Yasir  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:38:31 WIB
Pasien patah tulang Syukri (48) dibawa pulang keluarganya dari RSUCM karena alat operasi pemasangan pen tidak tersedia.

LHOKSEUMAWE — Keterbatasan alat medis kembali menjadi persoalan di rumah sakit milik pemerintah daerah. Syukri (48), warga Dusun Rubiah, Gampong Bayi, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, terpaksa dibawa pulang keluarganya dari RSUCM karena rumah sakit tersebut tidak memiliki pen untuk operasi tulang.

Kaki kiri Syukri patah setelah ia terjatuh ke jurang saat melintasi jalan turunan berbatu dalam perjalanan pulang dari kebunnya, Ahad (23/8). Ia baru ditemukan keluarga sekitar pukul 21.30 WIB setelah tidak kunjung tiba di rumah.

Alat Tidak Tersedia, Pasien Diminta Pulang dan Menunggu Seminggu

Keponakan korban, Hamdani, menuturkan bahwa setelah dievakuasi, Syukri langsung dibawa ke IGD RSUCM. Dokter yang memeriksa kemudian menjelaskan bahwa pen yang dibutuhkan untuk operasi patah tulang sedang tidak tersedia di rumah sakit tersebut.

Dokter mengarahkan keluarga agar membawa Syukri ke RSUD Pidie Jaya. Namun, informasi yang diterima keluarga dari perawat rumah sakit justru membingungkan.

"Yang anehnya, perawat rumah sakit menyatakan kalau ingin berobat ke RS Pidie Jaya harus pulang dulu selama sepekan di rumah, baru bisa berobat ke rumah sakit lain," ungkap Hamdani kepada portalsatu.com, Senin (24/8).

Keluarga Akhirnya Bawa Pulang Pasien Tanpa Rujukan

Karena tidak mendapat solusi yang dapat segera menangani kondisi Syukri, keluarga memutuskan membawa pasien pulang ke Gampong Bayi menggunakan mobil sewaan milik warga. Saat meninggalkan rumah sakit, Hamdani menyebut pihak RSUCM tidak melarang keputusan tersebut.

"Saat ini pasien sudah berada di rumah, dan belum menjalani operasi pemasangan pen pada kaki kirinya. Kami berharap ada solusi terbaik agar Syukri segera mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan," ujar Hamdani.

Kronologi Jatuh ke Jurang: Ditemukan Keluarga Tiga Jam Setelah Hilang

Peristiwa bermula saat Syukri pergi ke kebun di kawasan pedalaman Kecamatan Tanah Luas pada Ahad (23/8). Sekitar pukul 18.00 WIB, ia hendak pulang ke rumah, namun hilang kendali saat melintasi jalan turunan yang berbatu dan terjatuh ke jurang.

Keluarga baru mengetahui kejadian tersebut setelah Syukri tidak kunjung tiba di rumah hingga malam hari. "Biasanya Syukri pulang dari kebunnya sore hari. Tapi, malam itu belum juga sampai di rumah. Kami kemudian berinisiatif mencarinya dan ditemukan dalam jurang di pinggir jalan yang lumayan jauh dari Gampong Bayi," kata Hamdani.

Manajemen RSUCM: Informasi Diteruskan ke Bagian Pelayanan

Humas RSUCM Aceh Utara, dr. Harry Laksamana, saat dikonfirmasi pada Selasa (25/8) pagi, menyatakan informasi tersebut akan segera diteruskan kepada bagian pelayanan. "Baik, kita teruskan ke bagian pelayanan, ya," ujar Harry.

Ditanya apakah saat ini pen tulang belum tersedia di RSUCM, Harry mengaku belum mengetahui informasi tersebut. "Belum tahu juga saya informasinya," ucap dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan kapan Syukri dapat menjalani operasi pemasangan pen pada kaki kirinya. Kondisi patah tulang yang dialaminya membutuhkan tindakan medis lebih lanjut agar tidak menimbulkan komplikasi.

Reporter: Yasir
Sumber: portalsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top