ACEH — Langkah itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan detik-detik Proklamasi yang puncaknya digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). Momen pengibaran Bendera Sang Merah Putih akan berlangsung khidmat dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Keterlibatan publik menjadi warna baru dalam perayaan tahun ini. Sebanyak 68.569 suara masuk dalam pemungutan suara pemilihan logo resmi HUT ke-81 RI yang berlangsung pada 24-28 Juni 2026. Karya Fajar Novario dari Padang, Sumatera Barat, keluar sebagai pemenang dengan perolehan 30.699 suara atau sekitar 44,73 persen.
Fajar bersama timnya mengembangkan desain dengan merefleksikan cara pandang para pendiri bangsa terhadap keberagaman Indonesia. Proses seleksi yang melibatkan masyarakat ini menunjukkan bahwa simbol kenegaraan tidak lagi lahir semata-mata dari keputusan birokrasi, melainkan dibangun melalui partisipasi langsung warga.
Peringatan tahun ini mengusung tema 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur'. Tema tersebut membawa pesan tentang arah pembangunan yang perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan perayaan.
Bukan hanya di halaman Istana Merdeka, pengibaran bendera juga berlangsung di berbagai penjuru Nusantara. Dari halaman kampung, puncak gunung, kawasan perbatasan, hingga ruang-ruang yang jauh dari panggung upacara kenegaraan, Sang Merah Putih berkibar bersamaan.
Makna simbolis pengibaran di lokasi-lokasi terdepan menjadi pengingat akan dua hal. Di puncak gunung, bendera yang berkibar harus dibarengi dengan kesadaran menjaga lingkungan. Sementara di kawasan perbatasan, momen ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kedaulatan sekaligus memastikan masyarakat di wilayah terdepan merasakan keadilan dan kesejahteraan.
Prosesi pengibaran bendera di Istana Merdeka berlangsung dalam suasana khidmat. Setelah pasukan pengibar bendera mengambil posisi, pembawa bendera melangkah tegap menuju tiang upacara dan menyerahkan Sang Merah Putih untuk dikibarkan. Tali bendera kemudian ditarik perlahan hingga mencapai puncak tiang.
Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi, pertanyaan terpenting bukan lagi seberapa meriah Indonesia merayakan kemerdekaannya. Yang lebih utama adalah bagaimana kemerdekaan itu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Merah Putih bukan sekadar kain yang dikibarkan setiap 17 Agustus, melainkan simbol kesediaan menjaga persatuan, menghormati keberagaman, melindungi ruang hidup, dan menghadirkan keadilan.
Momen ketika Merah Putih perlahan naik dan berkibar di bawah langit Indonesia kembali mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah tanggung jawab yang terus diwariskan dan diisi dari generasi ke generasi.