MEULABOH — Sebanyak 604 mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) resmi diterjunkan ke gampong-gampong di Aceh Barat untuk KKN Reguler Angkatan XXVI Tahun 2026. Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama Wakil Bupati Said Fadheil melepas mereka di halaman Kantor Bupati, Selasa (28/7/2026).
Dalam sambutannya, Tarmizi menekankan tema KKN tahun ini relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang berbasis data akurat. Ia meminta mahasiswa berperan aktif membantu validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di tengah masyarakat.
“Program KKN bukan hanya bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata kampus dalam mendukung pembangunan masyarakat dan gampong,” ujar Tarmizi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tengah mendorong penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Validasi DTSEN oleh mahasiswa dianggap strategis karena data sosial ekonomi warga seringkali tidak mutakhir di tingkat gampong.
Tarmizi berharap data yang dikumpulkan mahasiswa bisa menjadi dasar program bantuan sosial maupun pengembangan ekonomi. “Amati persoalan-persoalan yang ada di kampung. Dari sana akan lahir empati, ide-ide cemerlang, serta solusi,” katanya.
Selain pendataan, mahasiswa KKN diminta mendampingi pelaku UMKM di gampong memanfaatkan platform digital untuk pemasaran. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan pasar produk lokal Aceh Barat.
Bupati juga menginstruksikan mahasiswa membantu pemerintah gampong meningkatkan kualitas administrasi pelayanan publik. Edukasi kebersihan lingkungan dan sosialisasi Gerakan ASRI — budaya hidup bersih dan bebas sampah — juga masuk dalam daftar program KKN.
Tarmizi meminta mahasiswa aktif memberikan edukasi soal bahaya penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Ia juga mendorong pemanfaatan potensi lokal gampong yang bisa meningkatkan pendapatan asli desa.
“Kami yakin mahasiswa Universitas Teuku Umar memiliki kapasitas untuk menjalankan program tersebut. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi intelektual yang bukan hanya menjadi kebanggaan Barat Selatan, tetapi juga kebanggaan Aceh,” ujar Tarmizi.
Bupati berpesan agar mahasiswa membangun komunikasi yang baik dengan keuchik, aparatur gampong, tokoh masyarakat, dan warga. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi bekal penting di masa depan.
“Hari ini kita tidak bisa hanya mengandalkan ijazah, bahkan kecerdasan pun sudah banyak dibantu teknologi. Tetapi yang tidak bisa dikalahkan adalah adab, akhlak, dan kemampuan berkomunikasi,” ungkapnya.
Tarmizi juga meminta mahasiswa tidak ragu melaporkan persoalan yang ditemukan selama KKN kepada pemerintah daerah. “Informasi yang disampaikan mahasiswa kami yakini akurat. Apabila menemukan persoalan di masyarakat, sampaikan langsung kepada kami,” pungkasnya.