Kemenperin Bidik Investasi Rusia ke 180 Kawasan Industri, Realisasi 2025 Tembus Rp 6.744 Triliun

Penulis: Yasir  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 07:51:31 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Industri Kemenperin, Edy Sutopo, memaparkan strategi promosi investasi Rusia ke 180 kawasan industri Indonesia dalam sesi diskusi di INNOPROM 2026.

ACEH — Pemerintah tidak hanya mempromosikan lahan, tetapi juga menawarkan kepastian regulasi dan kesiapan klaster industri. Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Industri Kemenperin, Edy Sutopo, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan peta jalan harmonisasi regulasi antara zona ekonomi khusus (SEZ) Indonesia dan Rusia.

"Kami ingin memastikan investor Rusia mendapatkan kemudahan perizinan dan insentif yang setara dengan investor dari negara lain. Kawasan industri kami sudah terintegrasi dengan program hilirisasi," ujar Edy dalam sesi panel discussion yang digelar Selasa (29/7/2026).

Kinerja Kawasan Industri 2025: Investasi Naik 9,26%, Serap 2,35 Juta Tenaga Kerja

Data yang dipaparkan Kemenperin menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi investasi di kawasan industri pada 2025 tumbuh 9,26% secara tahunan, dari Rp 6.174 triliun pada 2024 menjadi Rp 6.744,58 triliun.

Penyerapan tenaga kerja juga ikut terdongkrak. Hingga akhir tahun lalu, kawasan-kawasan tersebut mempekerjakan sekitar 2,35 juta orang. Angka ini menjadi bukti bahwa pengembangan klaster industri berkontribusi langsung terhadap pemerataan ekonomi.

Strategi Pemerintah: Hilirisasi dan Transformasi Manufaktur

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kawasan industri adalah ujung tombak transformasi sektor manufaktur. Dalam keterangan resmi yang dirilis kemarin, ia menyebut kawasan ini berperan mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat daya saing global.

"Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional," kata Agus.

Mengapa Rusia? Peluang Sektor Energi dan Logam Dasar

Pilihan Rusia sebagai target promosi bukan tanpa alasan. Indonesia membutuhkan investasi di sektor logam dasar dan energi, dua bidang yang menjadi keunggulan Rusia. Forum INNOPROM sendiri merupakan pameran industri terbesar di kawasan Ural yang rutin dihadiri perusahaan-perusahaan teknologi dan manufaktur berat.

Kemenperin menawarkan skema kemitraan dalam pengembangan klaster industri berbasis sumber daya alam. Beberapa kawasan yang diprioritaskan antara lain di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, yang memiliki potensi nikel dan bauksit melimpah.

Dampak bagi Investor Lokal dan Pelaku Bisnis

Masuknya investor Rusia berpotensi mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan industri seperti listrik, air bersih, dan pelabuhan. Bagi pelaku bisnis lokal, ini membuka peluang rantai pasok baru, terutama untuk jasa konstruksi dan logistik.

Namun, investor juga perlu mencermati risiko geopolitik. Sanksi Barat terhadap Rusia bisa mempengaruhi arus pembayaran dan akses teknologi. Kemenperin mengklaim telah menyiapkan skema transaksi bilateral untuk memitigasi hambatan tersebut.

Reporter: Yasir
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top