Bruce Dickinson dari Iron Maiden Punya Lisensi Pilot dengan 7.500 Jam Terbang, Sempat Jadi Instruktur di Video Keselamatan

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:55:31 WIB
Bruce Dickinson, vokalis Iron Maiden, berpose di kokpit pesawat dengan seragam pilot profesional.

Bagi penggemar berat Iron Maiden, suara bariton Dickinson yang membawakan lagu-lagu epik seperti "Fear of the Dark" atau "The Trooper" sudah begitu ikonik. Namun di luar panggung, pria asal Inggris ini memiliki karier paralel yang tak kalah serius: menjadi pilot profesional. Dengan akumulasi 7.500 jam penerbangan, Dickinson setara dengan pilot senior yang menerbangkan pesawat komersial lintas benua.

Dari Panggung ke Kokpit: Bagaimana Dickinson Membangun Jam Terbangnya

Dickinson mulai menekuni dunia penerbangan pada awal 1990-an, saat ia mengambil lisensi pilot pribadi. Kecintaannya pada aviasi kemudian mendorongnya untuk meraih lisensi pilot komersial dan tipe rating untuk Boeing 757 dan 737. Ia bahkan sempat bekerja sebagai kapten untuk maskapai charter Inggris, Astraeus Airlines, pada periode 2012 hingga maskapai tersebut tutup.

Dalam wawancara sebelumnya, Dickinson mengungkapkan bahwa menjadi pilot memberinya ketenangan yang kontras dengan hiruk-pikuk tur dunia. "Saya bisa duduk di kokpit selama 10 jam, tidak bicara pada siapa pun, dan itu menyenangkan," katanya.

Video Keselamatan Penerbangan yang Dibintangi Sang Frontman

Salah satu bukti nyata dari dedikasinya adalah saat Dickinson menjadi pembawa acara dalam video pelatihan keselamatan penerbangan untuk maskapai Astraeus. Dalam video tersebut, ia menjelaskan prosedur darurat, penggunaan jaket pelampung, dan posisi tubuh saat turbulensi — semua dilakukan dengan gaya khasnya yang tenang namun berwibawa.

Video itu sempat viral di kalangan penggemar Iron Maiden dan aviasi. Bukan hanya karena kontennya yang informatif, tetapi karena melihat sang vokalis berbicara serius tentang prosedur keselamatan terasa seperti menonton sisi lain dari persona panggungnya yang liar.

Aviasi Mengalir dalam Musik Iron Maiden

Kecintaan Dickinson pada dunia terbang juga kerap bocor ke dalam karya musiknya. Beberapa lagu Iron Maiden seperti "Aces High" dan "Tailgunner" secara eksplisit mengambil tema penerbangan tempur Perang Dunia II. Bahkan, dalam tur dunia, Iron Maiden sering menggunakan pesawat berbadan lebar yang dicat dengan livery khusus band — lengkap dengan logo maskot Eddie di ekor pesawat.

Dickinson sendiri yang kerap duduk di kursi kapten untuk menerbangkan rombongan band dari satu kota ke kota lain. "Saya tidak bisa memisahkan antara panggung dan kokpit. Keduanya adalah cara saya mengekspresikan diri," ujarnya.

Lebih dari Sekadar Hobi: Pilot dengan Rekam Jejak Profesional

Dengan 7.500 jam terbang, Dickinson tidak bisa lagi disebut sekadar "selebritas yang hobi terbang". Angka itu setara dengan pilot maskapai yang telah bekerja selama 12-15 tahun penuh. Ia juga memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat bermesin ganda dan telah melintasi Samudra Atlantik puluhan kali.

Bagi penggemar teknologi dan aviasi di Indonesia, kisah Dickinson menjadi pengingat bahwa batasan antara seni dan sains sering kali kabur. Seorang vokalis heavy metal yang berteriak di atas panggung bisa saja sama kompetennya dalam menerbangkan pesawat komersial seperti pilot pada umumnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: slashgear.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top