Tradisi Haji Aceh: Dirut Bank Aceh Syariah dan Jamaah Kloter 2 Ziarahi Makam Habib Bugak, Pewakaf Baitul Asyi di Mekkah

Penulis: Ragil  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:31 WIB
Dirut Bank Aceh Syariah bersama jamaah haji Kloter 2 mengikuti ziarah ke makam Habib Bugak di Bireuen, Sabtu (25/7/2026).
Haji Aceh: Dirut Bank Aceh Syariah dan Jamaah Kloter 2 Ziarahi Makam Habib Bugak, Pewakaf Baitul Asyi di Mekkah LEAD: BIREUEN — Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, bersama jamaah haji Kloter 2 asal Aceh berziarah ke makam Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi (Habib Bugak) di Gampong Pante Peusangan, Bireuen, Sabtu (25/7/2026). Ziarah tahunan ini mengingatkan jasa besar Habib Bugak yang mewakafkan aset produktif di Mekkah lebih dari dua abad lalu. Wakaf Baitul Asyi itu hingga kini terus memberi manfaat tunai kepada setiap jamaah haji asal Aceh. ISI:

BIREUEN — Rombongan jamaah haji Kloter 2 asal Aceh baru kembali dari Tanah Suci. Mereka tak langsung berpisah. Sebaliknya, mereka memilih menyempurnakan perjalanan spiritual dengan berziarah ke makam Habib Bugak di Bireuen. Tradisi ini menjadi pengingat akan warisan wakaf terbesar yang pernah diikrarkan seorang putra Aceh.

Wakaf Baitul Asyi, Manfaat yang Mengalir Selama 200 Tahun

Habib Bugak adalah ulama dan saudagar yang pada awal abad ke-19 dipercaya Kesultanan Aceh. Ia mewakafkan hartanya di Kota Mekkah, yang kemudian dikenal sebagai Baitul Asyi (Rumoh Aceh). Tempat ini menjadi persinggahan bagi jamaah haji asal Aceh. Kini, aset tersebut berkembang menjadi properti produktif. Hasil pengelolaannya dibagikan langsung kepada jamaah. Pada musim haji tahun ini, setiap jamaah haji asal Aceh menerima manfaat wakaf sebesar 2.000 riyal.

Prosesi Ziarah dan Sambutan Keturunan Pewakaf

Setibanya di kompleks makam, rombongan disambut Said Maimun, keturunan ketujuh Habib Bugak. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Aceh menjaga tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada sang pewakaf. Prosesi ziarah dipimpin Tgk. H. Djasnawi Ibrahim, diawali pembacaan salawat oleh H. Muji Mulia, S.E., dan ditutup doa oleh Waled Tgk. H. Syamsuar, S.P. Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan.

Dirut Bank Aceh: Wakaf Produktif Inspirasi Ekonomi Umat

Fadhil Ilyas yang turut serta sebagai jamaah haji Kloter 2 mengatakan, momentum ziarah ini menjadi pengingat bahwa nilai wakaf tidak diukur dari besarnya aset, melainkan dari kebermanfaatannya lintas generasi. “Bagi Bank Aceh Syariah, kisah Habib Bugak merupakan inspirasi nyata tentang pentingnya membangun ekonomi umat melalui instrumen syariah yang berorientasi pada keberlanjutan, kebermanfaatan, dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Keikutsertaan Fadhil dalam ziarah ini merupakan rangkaian panjang dari prosesi pelepasan 1.624 jamaah calon haji Aceh yang digelar Bank Aceh Syariah pada 21 April 2026. Sebagai bentuk penghormatan, Fadhil juga menyerahkan sumbangan kepada pengelola makam untuk mendukung perawatan situs bersejarah tersebut.

Identitas Aceh sebagai Serambi Mekkah

Rangkaian ziarah ini menegaskan bahwa perjalanan haji masyarakat Aceh tidak berakhir saat tiba di kampung halaman. Tradisi mengenang pewakaf Baitul Asyi menjadi simbol bahwa semangat berbagi dan pengelolaan wakaf produktif telah mengakar kuat di bumi Serambi Mekkah. “Semangat inilah yang terus hidup dan menjadi bagian dari identitas Aceh sekaligus menginspirasi lahirnya budaya berbagi bagi kemaslahatan umat,” tutup Fadhil.

Reporter: Ragil
Sumber: beritarakyataceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top