BANDA ACEH — Harga emas perhiasan di ibu kota Aceh ini kembali menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan pantauan pasar, Selasa (28/7/2026), harga emas perhiasan berada di level Rp7.510.000 per mayam. Angka tersebut lebih rendah Rp440 ribu dibandingkan Kota Langsa yang masih bertahan di Rp7.950.000 per mayam.
Pembeli tetap perlu menambah biaya ongkos pembuatan sekitar Rp200 ribu per mayam. Besaran biaya itu tergantung model dan tingkat kerumitan perhiasan yang dipilih.
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada emas perhiasan. Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga ikut terkoreksi. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran satu gram turun Rp9.000 menjadi Rp2.613.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.622.000 per gram pada perdagangan Senin (27/7).
Nilai pembelian kembali (buyback) ikut turun menjadi Rp2.361.000 per gram, atau berkurang Rp9.000 dibandingkan hari sebelumnya. Selisih antara harga jual dan buyback kini berada di kisaran Rp252 ribu per gram.
Turunnya harga emas perhiasan di Banda Aceh sejalan dengan pelemahan harga emas batangan di pasar nasional. Meski demikian, harga emas perhiasan di setiap daerah tetap dipengaruhi sejumlah faktor lokal. Mulai dari biaya produksi, model perhiasan, hingga kebijakan masing-masing toko emas.
Dengan harga yang lebih rendah dibandingkan daerah lain di Aceh, kondisi ini dinilai menjadi momentum bagi masyarakat yang telah lama menunda pembelian emas. Baik untuk kebutuhan perhiasan maupun sebagai instrumen investasi jangka panjang.