Dirut Perumdam Tirta Daroy Banda Aceh: Hulu Krueng Aceh Kunci Ketahanan Air Saat Kemarau, Ancaman Tambang Mengintai

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 16:42:31 WIB
Direktur Utama Perumdam Tirta Daroy Banda Aceh, T Novizal Aiyub, menyatakan pasokan air bersih untuk warga Banda Aceh dan Aceh Besar masih aman saat musim kemarau.

BANDA ACEH — Meski musim kemarau telah melanda wilayah Aceh, Direktur Utama Perumdam Tirta Daroy Kota Banda Aceh, T Novizal Aiyub, menyatakan pasokan air bersih untuk warga Banda Aceh dan Aceh Besar masih aman. Debit air di bendungan karet Lambaro, Aceh Besar, yang menjadi sumber utama air baku, dinilai masih mencukupi.

Ancaman dari Hulu Sungai

Novizal menegaskan bahwa ancaman terbesar terhadap pasokan air bersih bukan berasal dari musim kemarau, melainkan dari kerusakan lingkungan di hulu Krueng Aceh. "Kelestarian hulu Krueng Aceh menjadi kunci utama dalam memenuhi ketersediaan air baku," ujarnya di Banda Aceh, Selasa.

Ia secara spesifik menyoroti praktik penambangan yang kerap terjadi di wilayah hulu sungai. Menurutnya, aktivitas tambang, terutama yang menggunakan bahan kimia, dapat mengancam kuantitas dan kualitas air baku yang diolah Perumdam. "Penambangan yang terjadi di hulu tentu akan berdampak terhadap persediaan air baku termasuk kualitas air," tegas Novizal.

Produksi 800 Liter Per Detik untuk 57 Ribu Pelanggan

Perumdam Tirta Daroy saat ini memproduksi air bersih sebanyak 800 liter per detik. Kapasitas ini didistribusikan untuk melayani sekitar 57.000 sambungan pelanggan yang tersebar di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Meskipun kondisi kemarau belum berdampak signifikan, Novizal memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif. Langkah-langkah tersebut diambil untuk menjaga distribusi air bersih tetap lancar kepada warga kota, terutama jika musim kemarau berkepanjangan.

Seruan Menjaga Daerah Tangkapan Air

Direktur utama perusahaan daerah itu mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk lebih serius menjaga kawasan hulu Krueng Aceh. Menurutnya, upaya menjaga kelestarian hulu sungai merupakan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan air bersih di dua daerah tersebut.

Dengan debit air yang masih stabil di bendungan karet, Novizal optimistis kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa pengawasan ketat terhadap aktivitas ilegal di hulu, krisis air bersih bukan lagi soal kapan terjadi, melainkan seberapa parah dampaknya.

Reporter: Sutomo
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top