IDI — Pulau Idaman selama ini dikenal sebagai lokasi favorit para pemancing. Aktivitas itu menghidupkan ekonomi warga sekitar lewat penyewaan sampan, jasa transportasi laut, hingga penyediaan kebutuhan wisatawan. Namun, pengembangan sempat terhambat setelah sejumlah fasilitas rusak akibat banjir yang melanda kawasan pesisir.
Selain hamparan pasir dan pepohonan rindang, Pulau Idaman memiliki nilai konservasi karena menjadi habitat penyu yang datang bertelur pada musim tertentu. “Keindahan alamnya masih alami, lingkungannya masih terjaga, dan memiliki nilai konservasi yang harus dipertahankan,” kata Syahril. Suasana tenang dan udara laut yang segar menjadikan pulau ini cocok untuk wisata keluarga, rekreasi, serta kegiatan edukasi lingkungan.
Banjir yang sempat merusak fasilitas di Pulau Idaman tidak menyurutkan niat warga untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut. Syahril menyebut potensi wisata yang besar perlu dikelola dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat tanpa merusak kelestarian alam. “Potensi seperti ini perlu dikelola dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat tanpa merusak kelestarian alamnya,” ujarnya.
Disparpora Aceh Timur mendorong model pariwisata berbasis masyarakat di Pulau Idaman. Konsep ini diyakini mampu menjadikan warga sebagai pelaku utama dalam mengelola dan mengembangkan destinasi, bukan sekadar penonton. Pulau yang letaknya tidak jauh dari pesisir Kuala Simpang Ulim itu kini terus dipersiapkan agar menjadi andalan wisata baru di Aceh Timur.