KKP Targetkan 15 Ribu Hektar Tambak Rusak di Aceh Pulih Akhir 2026, 700 Hektar Sudah Beroperasi Kembali

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:04:01 WIB

PIDIE — Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktapura menyatakan progress pemulihan tambak terus berjalan. Ia menaburkan benih udang dan menyalurkan pakan ke petambak di Gampong Peukan Sot, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Jumat (24/7/2026). Kegiatan itu didampingi Sekda Pidie Samsul Azhar, Kadis DKP Aceh Safrizal, dan Kadis DKP Pidie Azhari.

Rehabilitasi 700 Hektare Tuntas, Target Agustus 4.500 Hektare

Hingga akhir Juli 2026, seluas 700 hektare lahan yang tersebar di seluruh Aceh telah selesai direhabilitasi dan kembali beroperasi. Proses pemulihan dilakukan oleh KKP, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat penyintas.

“Sampai akhir bulan ini (Juli) Insyaallah ada 700 hektar. Dan ke petani tambak tersebut sudah kita berikan benih dan pakan dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Andy dalam keterangan usai penaburan benih.

KKP menargetkan pada penghujung Agustus 2026, lahan rusak ringan yang sudah beroperasi mencapai 4.500 hektare. Selanjutnya hingga akhir tahun seluruh 15 ribu hektare dituntaskan.

“Target kami (KKP) sampai dengan akhir tahun 15 ribu hektar yang rusak ringan di Aceh semuanya sudah bisa kembali kita operasionalisasikan,” jelas Andy.

Anggaran Rp200 Miliar untuk Tiga Provinsi

KKP mengalokasikan anggaran pemulihan pasca bencana sebesar Rp200 miliar untuk tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain dana khusus itu, kementerian juga melakukan rasionalisasi anggaran rutin untuk mempercepat rehabilitasi tambak.

“Kami juga melakukan optimalisasi di internal, tidak hanya bergantung pada anggaran khusus bencana. Kami melakukan efesiensi di internal KKP yang dana hasil efesiensi itu digunakan untuk mempercepat proses operasionalisasi lahan tambak masyarakat,” tambah Andy.

Dampak Ekonomi bagi Petambak Pidie

Bantuan benih udang dan pakan yang disalurkan langsung ke petambak di Gampong Peukan Sot diharapkan segera memulihkan produksi. Sebagian besar tambak di kawasan itu rusak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa bulan sebelumnya. Dengan target nasional yang agresif, KKP optimistis seluruh lahan rusak ringan di Aceh bisa kembali menyumbang hasil perikanan budidaya pada akhir 2026.

Reporter: Sutomo
Sumber: popularitas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top