BLANGKEJEREN — Nevirizal mengakui lalai mengawasi aktivitas media sosial anaknya. Ia menjelaskan bahwa unggahan yang beredar luas itu merupakan dokumentasi perjalanan tahun lalu, bukan kegiatan yang dilakukan baru-baru ini.
"Saya mohon sama pemerintah, sama masyarakat yang tersakiti karena ini memang ketidaksengajaan yang anak kami buat karena mungkin dia belum sampai pemikirannya ke situ," kata Nevirizal, Kamis (23/7/2026).
Menurut Nevirizal, anak dan istrinya pergi ke Korea pada pertengahan 2025 dengan tujuan membawa anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan mata. Ia menegaskan tidak ikut dalam rombongan tersebut, termasuk saat anaknya berlibur ke Eropa.
Soal pembelian BBM sebanyak 15 jeriken yang juga viral, Nevirizal mengaku minyak tersebut dibeli pada Desember 2025. Ia menyebut pembelian itu untuk keperluan penanganan bencana di tengah kelangkaan BBM saat itu.
"Minyak itu 15 jeriken didrop di rumah saya untuk penanganan bencana bulan 12 kemarin," jelasnya.
Nevirizal yang pernah menjabat Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Gayo Lues itu mengaku tidak terlalu aktif di dunia maya. Ia baru mengetahui unggahan anaknya viral pada Selasa (21/7) kemarin.
Ia berkali-kali menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kejadian itu akibat kelalaiannya sebagai orang tua dalam mengawasi anaknya bermedia sosial. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terkait kasus ini.