LHOKSEUMAWE — Data pantauan satelit BMKG menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran di wilayah Aceh bagian timur dan utara. Sebanyak tiga titik panas terpantau di Kabupaten Bireuen, sementara empat titik lainnya terdeteksi di Kabupaten Aceh Timur.
Kepala Stasiun Meteorologi Malikussaleh melalui prakirawan Febriyanto menyampaikan, secara umum cuaca di Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Timur, hingga Langsa didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara rata-rata berada di kisaran 24 hingga 32 derajat Celsius.
Untuk wilayah dataran tinggi seperti Bener Meriah, suhu udara terpantau lebih sejuk, yakni berkisar antara 15 hingga 24 derajat Celsius. Sementara itu, kondisi perairan utara dan timur Aceh relatif kondusif dengan tinggi gelombang laut pada kategori rendah, yaitu 0,2 hingga 1,0 meter.
Menanggapi munculnya hotspot di tengah cuaca terik, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang atau membakar sampah sembarangan. Aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran yang meluas, terutama di area dengan vegetasi kering.
"Kami mengimbau keras masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang/membakar sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran luas," ujar Febriyanto dalam siaran yang disampaikan melalui Pro 1 RRI Lhokseumawe.
Bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan, BMKG menyarankan untuk menggunakan pelindung diri seperti tabir surya (sunscreen). Warga juga diminta mencukupi asupan air minum guna mencegah dehidrasi akibat paparan suhu panas yang cukup tinggi pada siang hari.
Meski cuaca terik mendominasi, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang bisa terjadi, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah Aceh.