Aceh yang dijuluki Serambi Mekah tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya Islam, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner dengan cita rasa kuat dan rempah yang melimpah. Perpaduan pengaruh Melayu, Arab, dan India melahirkan ragam hidangan khas yang sulit ditemukan cita rasanya di daerah lain.
Beberapa kuliner khas Aceh bahkan sudah dikenal luas hingga ke berbagai penjuru Indonesia, meski cita rasa paling otentik tetap bisa dirasakan langsung di tanah kelahirannya. Mulai dari hidangan berkuah pedas hingga kudapan manis tradisional, setiap kuliner punya keunikan tersendiri.
Berikut enam kuliner khas Aceh yang layak dicoba bagi siapa saja yang berkunjung ke provinsi paling barat Indonesia ini.
Mie Aceh menjadi kuliner paling ikonik dari Aceh, berupa mie kuning yang dimasak dengan campuran bumbu kari pedas dan rempah kuat, dipadukan dengan daging sapi yang empuk atau seafood segar.
Mie Aceh bisa disajikan dalam kondisi goreng maupun kuah, tergantung selera, dan biasanya dilengkapi dengan emping serta acar timun yang menambah kesegaran saat disantap.
Ayam tangkap punya tampilan yang unik dan aroma menggoda, dengan potongan ayam goreng yang disajikan bersama tumpukan daun temurui, daun pandan, dan cabai hijau goreng yang harum dan renyah.
Perpaduan ayam goreng dengan dedaunan aromatik ini menghasilkan sensasi rasa yang berbeda dari ayam goreng pada umumnya, menjadikannya salah satu hidangan favorit yang wajib dicoba.
Kuah pliek adalah sayur khas Aceh yang terbuat dari aneka sayur lokal seperti daun singkong, pepaya muda, dan kacang panjang, dimasak dengan bumbu pliek u atau kelapa yang difermentasi.
Rasa gurih dan sedikit pahit dari kuah pliek mencerminkan filosofi kebersamaan masyarakat Aceh, mengingat hidangan ini kerap disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama keluarga maupun tetangga.
Asam keueng yang berarti asam pedas biasanya berupa gulai ikan berkuah kuning, dimasak dengan belimbing wuluh atau asam sunti khas Aceh yang memberikan rasa asam segar berpadu pedas rempah.
Kesegaran kuah asam keueng membuat hidangan ini cocok dinikmati kapan saja, terutama bagi yang menyukai sensasi rasa asam pedas yang menyegarkan selera makan.
Timphan adalah kue tradisional yang sering hadir saat perayaan hari besar maupun acara keluarga, terbuat dari campuran tepung, pisang, dan santan yang dibungkus daun pisang lalu dikukus.
Isian srikaya atau kelapa manis di dalam timphan memberikan tekstur lembut dan rasa manis yang khas, menjadikannya kudapan yang banyak diburu wisatawan sebagai oleh-oleh maupun santapan langsung.
Aceh dikenal luas sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia, terutama yang berasal dari dataran tinggi Gayo dengan aroma khas dan rasa yang kaya, bahkan sudah diekspor ke berbagai negara.
Menikmati secangkir kopi Gayo langsung di warung kopi khas Aceh menjadi pengalaman tersendiri, mengingat budaya ngopi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Selain kaya kuliner, Aceh juga memiliki warisan sejarah dan budaya yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Baca juga: Menelusuri Jejak Peradaban, Sejarah Singkat Masjid Raya Baiturrahman.