BLANGKEJEREN — Delapan unit hunian sementara (huntara) di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, rusak diterjang angin kencang dua minggu lalu. Warga yang menghuni puluhan jiwa di lokasi itu mendesak pemerintah segera merealisasikan perbaikan.
Hunian sementara tersebut merupakan tempat tinggal bagi korban banjir yang kehilangan rumah. Setelah angin kencang menerjang, sebagian penghuni memilih kembali ke rumah asal, namun sebagian lainnya tetap bertahan di huntara yang kondisinya memprihatinkan.
"Delapan Huntara rusak diterjang anginnya kencang dua minggu lalu. Sebagian penghuninya kembali ke rumah, dan sebagian lagi bertahan di huntara yang tidak layak huni tersebut," ujar seorang warga dikutip Minggu (19/07/2026).
Warga mengaku pemerintah setempat sempat berjanji akan memperbaiki huntara yang rusak. Namun hingga saat ini, belum ada satu pun unit yang mendapat penanganan.
"Pemerintah berjanji akan memerbaikinya, tapi sampai sekarang belum ada huntara yang diperbaiki," kata warga tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan penghuni, terutama mereka yang tidak memiliki tempat tinggal alternatif. Sebagian warga mengaku terpaksa bertahan karena tidak punya pilihan lain.
Perbaikan ringan di sejumlah huntara hanya dilakukan secara swadaya menggunakan dana pribadi warga. Kerusakan yang lebih berat, seperti rangka bangunan yang roboh dan atap yang hilang, belum tersentuh perbaikan.
Kondisi huntara yang rusak dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan penghuni, terutama anak-anak. Angin kencang yang sewaktu-waktu bisa kembali melanda menjadi ancaman tersendiri bagi mereka yang masih bertahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah kecamatan maupun kabupaten terkait jadwal perbaikan huntara di Desa Rigeb.