BIREUEN — Sebanyak 13 ahli waris korban meninggal dunia masing-masing menerima santunan sebesar Rp15 juta pada penyaluran tahap II ini. Sementara itu, 19 korban luka berat dan ringan mendapatkan Rp5 juta per orang. Total penerima mencapai 32 orang yang datanya telah diverifikasi oleh pemerintah daerah.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian, M.Pd., mengungkapkan bahwa penyaluran tahap II baru bisa dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan validasi yang panjang. Pada tahap pertama, sejumlah data belum bisa disalurkan karena pencarian korban dan kelengkapan administrasi belum terpenuhi.
“Kami melakukan verifikasi secara cermat bersama pemerintah gampong, aparatur kecamatan, dan tim medis agar bantuan benar-benar diberikan kepada pihak yang berhak,” ujar Alfian. Pemerintah daerah berupaya menyajikan data akurat sebagai dasar penyaluran bantuan dari pusat.
Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menegaskan bahwa seluruh bantuan dari pemerintah pusat disalurkan sepenuhnya kepada masyarakat yang berhak. Ia menyebut bencana hidrometeorologi di Bireuen tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak sektor pertanian, tambak, permukiman, dan aktivitas ekonomi warga.
“Seluruh bantuan ini merupakan hak masyarakat yang telah melalui proses verifikasi. Kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban para korban dan keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menjadi penyemangat untuk bangkit kembali setelah musibah,” ujar Mukhlis.
Bupati juga mengajak masyarakat bersabar dan terus berdoa agar proses pemulihan pascabencana berjalan lancar. Ia menyebut pemerintah pusat terus memberi perhatian ke daerah terdampak, meskipun pada saat bersamaan menangani bencana di provinsi lain.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan korban luka dan ahli waris, dilanjutkan foto bersama. Acara dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI, Indra, serta jajaran Dinas Sosial Kabupaten Bireuen.
Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap penyaluran tahap II ini mempercepat pemulihan pascabencana. “Pelayanan kepada masyarakat terdampak akan terus kami optimalkan,” kata Alfian. Dukungan pemerintah pusat diharapkan terus berlanjut untuk penanganan dampak bencana di daerah.