ACEH — Next Step, perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi ekspor dan pendidikan, secara resmi memperkuat konektivitas bisnis antara Indonesia dan China. Target utama mereka adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini kesulitan menembus pasar Negeri Tirai Bambu. Pendiri Next Step, Assed Lussak, menyebut layanan ini juga mencakup fasilitasi studi bagi mahasiswa Indonesia di berbagai perguruan tinggi China.
"Saya melihat ada potensi raksasa yang belum tergarap optimal oleh para pelaku usaha lokal karena kurangnya keberanian serta minimnya akses informasi untuk melangkah keluar dari zona nyaman pasar domestik," kata Assed dalam keterangan pers, Sabtu (11/7/2026).
Assed menjelaskan, pendampingan yang diberikan Next Step dimulai dari pengenalan pasar, analisis potensi produk, hingga fasilitasi business matching. Perusahaan juga membantu penyusunan dokumen kerja sama seperti Letter of Intent (LOI) dan Letter of Agreement (LOA).
Alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menambahkan, proses ini dirancang agar pelaku UMKM lebih siap secara administratif dan strategis sebelum benar-benar melakukan ekspor. "Kami tidak hanya menjembatani, tapi juga memastikan mereka paham regulasi dan budaya bisnis di China," ujarnya.
Selain ekspor, Next Step juga membuka jalur pendidikan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di China. Layanan ini mencakup konsultasi pemilihan universitas, pengurusan visa pelajar, hingga adaptasi budaya.
Assed menilai, menggabungkan sektor ekonomi dan pendidikan dalam satu wadah memberikan nilai tambah bagi kedua negara. "Mahasiswa yang belajar di China bisa menjadi jembatan budaya sekaligus mitra bisnis potensial bagi UMKM Indonesia di masa depan," katanya.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan total nilai perdagangan bilateral mencapai lebih dari USD 110 miliar pada 2025. Namun, kontribusi UMKM dalam angka tersebut masih relatif kecil.
Menurut Assed, hambatan utama bukan hanya pada aspek regulasi, tetapi juga pada kurangnya pemahaman pelaku UMKM terhadap preferensi konsumen China. "Mereka butuh pendampingan yang sistematis, bukan sekadar informasi umum," tegasnya.
Next Step berencana menggelar serangkaian workshop dan sesi business matching secara berkala di beberapa kota besar Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penetrasi produk lokal ke pasar China yang memiliki daya beli tinggi.