BANDA ACEH — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta aparatur sipil negara (ASN) dari setiap SKPA. Kemeriahan upacara turut diiringi oleh Korps Musik TNI Kodam Iskandar Muda.
Dalam amanat yang dibacakan M. Nasir, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI menekankan bahwa momen 1 Juni bukanlah rutinitas seremonial belaka. Peringatan ini harus menjadi refleksi kolektif untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan teramalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” demikian kutipan amanat yang dibacakan Sekda Aceh di hadapan peserta upacara.
Tema yang diusung tahun ini memiliki pesan strategis. Nilai-nilai luhur Pancasila dinilai tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, tetapi juga menjadi jawaban konkret bagi terwujudnya perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Dalam amanat tersebut, Indonesia disebut memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi inti Pancasila dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan meredam konflik.
Amanat yang dibacakan Sekda Aceh juga menyoroti kontribusi Indonesia di panggung internasional. Mulai dari keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam persatuan, dan kokoh karena nilai-nilai kemanusiaannya,” ujar M. Nasir saat membacakan amanat tersebut.
Di akhir amanat, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diamalkan dalam keseharian. Upacara peringatan di Aceh ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah dinamika zaman dan tantangan global yang terus berkembang.