KOTA LANGSA — Capaian ini menjadikan Langsa sebagai satu-satunya daerah di Aceh yang masuk dalam kategori "sangat baik" pada pemeringkatan Indeks Pembangunan Koperasi (IPK) tahun ini. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata provinsi dan menunjukkan keseriusan pemkot dalam membina koperasi dan usaha mikro.
Dua indikator utama yang mendongkrak posisi Langsa adalah realisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM dan penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi. Keduanya tercatat mencapai 99 persen, sebuah angka yang sulit ditandingi daerah lain di Aceh.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Langsa menyebut pencapaian ini hasil dari pendampingan intensif dan digitalisasi layanan. “Kami dorong semua koperasi taat lapor RAT dan UMKM segera mengurus NIB secara gratis,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dengan kepemilikan NIB yang nyaris universal, pelaku UMKM di Langsa kini lebih mudah mengakses permodalan perbankan dan program pemerintah. Sementara itu, koperasi yang rutin menggelar RAT dinilai lebih sehat secara organisasi dan keuangan.
Pemkot Langsa berencana mempertahankan tren positif ini dengan memperkuat sistem pengawasan dan pelatihan digital bagi pengurus koperasi. Targetnya, seluruh koperasi dan UMKM di kota itu bisa memenuhi standar administrasi tepat waktu.
Kunci keberhasilan ini terletak pada sinergi antara Dinas Koperasi, perbankan, dan para pendamping UMKM di tingkat kecamatan. Program jemput bola untuk pengurusan NIB dan sosialisasi pentingnya RAT digalakkan secara massif sepanjang tahun lalu.
Pencapaian ini sekaligus menjadi tolok ukur bagi daerah lain di Aceh untuk mengejar ketertinggalan. Dengan indeks yang masuk kategori "sangat baik", Kota Langsa membuktikan bahwa pembinaan koperasi yang konsisten mampu mendongkrak perekonomian lokal secara signifikan.