MEUREUDU — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berhasil membawa daerahnya masuk jajaran terdepan dalam pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tingkat Aceh. Berdasarkan data yang dirilis melalui akun Instagram resmi @kemenkop_pmo_prov.aceh, Senin (1/6/2026), Pidie Jaya mengantongi skor akhir 93,24 persen.
Posisi pertama ditempati Kota Langsa dengan nilai 98,48 persen, sementara Kabupaten Bireuen berada di urutan ketiga dengan 90,33 persen. Dua slot berikutnya dihuni Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Pencapaian Pidie Jaya ditopang oleh dua indikator utama. Pada aspek kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), daerah ini mencatat skor 87,84 persen. Namun, capaian yang paling menonjol adalah persentase pelaksanaan Rapat Akhir Tahun (RAT) 2025 yang mencapai 98,68 persen—salah satu yang tertinggi di seluruh Aceh.
Tingginya angka RAT menunjukkan kepatuhan koperasi terhadap prinsip tata kelola organisasi yang sehat dan akuntabel. RAT sendiri menjadi syarat vital bagi koperasi untuk menunjukkan transparansi pengelolaan kepada anggotanya.
Pemeringkatan ini dilakukan berdasarkan dua parameter: kepemilikan NIB dan pelaksanaan RAT. NIB menjadi pintu masuk bagi koperasi untuk mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama para pengurus koperasi di tingkat gampong dinilai berhasil mendorong kesadaran legalitas usaha. Hasilnya, koperasi-koperasi di daerah ini tidak hanya aktif secara operasional, tetapi juga tertib secara administrasi.
Masuknya Pidie Jaya dalam dua besar Aceh mempertegas posisinya sebagai daerah dengan perkembangan koperasi paling progresif. Prestasi ini sejalan dengan program nasional penguatan ekonomi kerakyatan melalui gerakan Koperasi Merah Putih yang digalakkan pemerintah.
Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa pembinaan koperasi yang dilakukan secara konsisten oleh pemda dan pengurus di tingkat desa mulai membuahkan hasil. Ke depan, capaian serupa diharapkan bisa direplikasi oleh daerah lain di Aceh untuk memperkuat fondasi ekonomi dari level paling bawah.