BANDA ACEH — SMKN 5 Telkom Banda Aceh bekerja sama dengan iCON+ meluncurkan program kelas industri yang fokus pada pengembangan teknologi digital. Kerja sama ini menjadi salah satu upaya memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Kelas industri ini tidak sekadar ruang belajar biasa. Kurikulumnya dirancang bersama praktisi dari iCON+ agar sesuai dengan perkembangan teknologi terkini, seperti jaringan telekomunikasi, Internet of Things (IoT), dan sistem digital terintegrasi.
Para siswa akan mendapatkan materi yang langsung bisa diterapkan di lapangan. Mereka juga akan difasilitasi dengan perangkat dan laboratorium yang menunjang proses belajar mengajar.
Program ini menyasar kompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa materi utama yang akan diajarkan meliputi:
iCON+ tidak hanya menyediakan modul pembelajaran. Perusahaan telekomunikasi itu juga akan mengirimkan mentor langsung dari kalangan profesional untuk membimbing siswa.
Setelah menyelesaikan program, peserta berhak mendapatkan sertifikasi yang diakui oleh industri. Sertifikat ini diharapkan menjadi nilai tambah saat mereka melamar pekerjaan atau melanjutkan studi.
Kepala SMKN 5 Telkom Banda Aceh menyebut inisiatif ini sebagai jawaban atas kesenjangan kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri. Pihak sekolah menargetkan lulusan kelas industri ini bisa langsung terserap di perusahaan teknologi, baik di Aceh maupun nasional.
Program ini juga sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan vokasi. Dengan adanya kelas industri, proses pembelajaran tidak lagi berjarak dengan praktik nyata di dunia usaha.